Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Disindir Sebagai Gubernur Konten, Ini Yang Membuat Pelaku Wisata di Yogyakarta Gerah dengan Kebijakan KDM

Bahana. • Rabu, 6 Agustus 2025 | 23:18 WIB

Spanduk sindiran yang ditujukan bagi Dedi Mulyadi
Spanduk sindiran yang ditujukan bagi Dedi Mulyadi
RADAR JOGJA  - Kang Dedi Mulyadi KDM kembali memantik kontroversi masyarakat dan warganet lewat larangan study tour.

Hal ini banyak memunculkan pro kontra serta sejumlah penolakan yang datang dari sektor pariwisata.

Sleman, salah satu yang bereaksi terhadap kebijakan tersebut. Sejumlah spanduk-spanduk yang berisikan sindiran kepada Gubernur Purwakarta tersebut dipasang di berbagai titik strategis, seperti di Ring Road Utara Sleman.

Alih-alih penyambutan hangat, pemasangan spanduk sindiran lah yang menjadi sambutan kedatangan Gubernur KDM yang berkunjung ke Sleman pada Senin (5/8).

Larangan Study Tour KDM Tuai Polemik

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menjelaskan latar belakang mengapa mengeluarkan kebijakan terkait larangan study tour.

KDM menilai study tour seperti ini dapat membebani orang tua siswa.

Dalam podcast Deddy Corbuzier, 4 Agustus kemarin, KDM menuturkan bahwasanya sebenarnya study tour semacam itu tidak ada dalam kurikulum.

Larangan kontroversial ini kemudian disahkan melalui Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra tanggal 2 Mei 2025 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya.

Seperti yang tertuang pada butir nomor 3 Surat Edaran tersebut, sekolah dilarang membuat kegiatan piknik, yang dibungkus dengan kegiatan study tour, yang memiliki dampak pada penambahan beban orang tua.

Kemudian KDM menyiasati kegiatan study tour bisa diganti dengan berbagai kegiatan berbasis inovasi, serta mendukung tempat-tempat lokal daerah terlebih dahulu.

Penolakan Sektor Pariwisata di Sleman

Jelas kebijakan ini memunculkan pro kontra, baik di masyarakat maupun warganet yang turut menanggapi.

Ketika berita ini beredar di media sosial banyak warganet yang turut memberikan komentar pro dan kontranya.

Tak hanya itu, sejumlah penolakan muncul dari sektor pariwisata, hal ini dianggap mengakibatkan penurunan jumlah kunjungan yang berujung penurunan jumlah omzet pariwisata tersebut.

Seperti yang ramai di Sleman banyak ditemui spanduk-spanduk yang bernarasikan menyindir Gubernur Purwakarta tersebut terkait larangan study tour. Beberapa narasi yang terdapat di spanduk seperti,

“Selamatkan Pariwisata dari Gubernur Pencitraan KDM”

“KDM Sudahi Pencitraanmu, Perekonomian Wisata Gulung Tikar Karena Ulahmu!”

Isu mengenai pemasangan spanduk-spanduk itu telah beredar, dinilai ini berasal dari aspirasi para pelaku sektor pariwisata.

Pelaku pariwisata semua elemen merasakan dampak langsung dari kebijakan KDM ini, spanduk tersebut sebagai sarana untuk menyuarakan keresahan mereka.

Meski larangan study tour KDM ini berakar dari niat baik untuk melindungi masyarakat dari beban biaya dan keselamatan, cara penyampaian yang cenderung instruktif justru membuka ruang resistensi.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#KDM #Wisata Yogyakarta #kang dedi mulyadi