Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Desa Kembangkuning, Windusari, Magelang Minum Kopi Selogriyo dengan Pemandangan Candi

Naila Nihayah • Minggu, 27 Juli 2025 | 15:05 WIB
Candi Selogriyo memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah pemandangan lanskap alam yang menawan.
Candi Selogriyo memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah pemandangan lanskap alam yang menawan.

 


MUNGKID – Di lereng Gunung Sumbing, tersembunyi sebuah desa yang tengah menggeliat memaksimalkan potensi alam dan budayanya. Ialah Desa Kembangkuning, Windusari, Kabupaten Magelang. Desa ini menawarkan bentang alam yang memesona, peninggalan sejarah yang memikat, hingga produk lokal yang mulai dikenal luas.

Salah satu ikon unggulan desa ini adalah Candi Selogriyo, sebuah situs purbakala yang dipercaya dibangun pada abad ke-8 Masehi. Terletak di Dusun Campurejo, candi ini bukan hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menyuguhkan pengalaman spiritual dan visual yang mengesankan.

Kepala Desa Kembangkuning Iwan Asnawi mengatakan, Candi Selogriyo sekarang mulai ramai dikunjungi, baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Terutama saat musim liburan. Banyak turis Eropa yang datang.

"Kami juga aktif menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mengenalkan warisan budaya ini kepada pelajar," ujarnya saat ditemui, beberapa waktu lalu.

Candi Selogriyo bukan hanya tujuan wisata sejarah. Jalur menuju candi bisa ditempuh dengan motor atau berjalan kaki sambil menikmati hamparan sawah terasering dan lanskap perbukitan yang menyejukkan mata.

Pemerintah desa telah menyediakan fasilitas dasar seperti taman, toilet, dan musala, serta berencana menambah gazebo sebagai tempat istirahat dan swafoto.

Candi Selogriyo memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah pemandangan lanskap alam yang menawan.
Candi Selogriyo memiliki daya tarik tersendiri. Ditambah pemandangan lanskap alam yang menawan.


Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, yakni Rp 10 ribu untuk WNI dan Rp 50 ribu untuk WNA, pengunjung mendapatkan lebih dari sekadar keindahan arsitektur candi. Sebab mereka juga disuguhi suasana pedesaan yang otentik.

Tak hanya sejarah, Desa Kembangkuning juga punya aroma khas yang menjanjikan, yakni kopi robusta Selogriyo. Ditanam di kebun-kebun yang tersebar di lereng candi pada ketinggian 700 mdpl, kopi ini mulai dikenal sebagai salah satu kopi lokal berkualitas.

Dia menyebut, banyak warga yang kini punya kedai kopi dan menjual produk asli desa. "Kopi Selogriyo ini beda. Rasanya kuat, khas dataran tinggi, dan ditanam langsung oleh petani kami," kata Iwan.

Baca Juga: Dua Tersangka Perusakan Mobil Polsek Godean Gunakan Bambu untuk Pukuli Mobil dan Pecahkan Lampu

Kini, panen kopi mulai ramai dan geliat ekonomi kerakyatan pun terasa. Beberapa warga bahkan telah mengolah biji kopi menjadi produk kemasan untuk dijual ke wisatawan maupun ke pasar luar desa.

Selain kopi, Kembangkuning juga kaya akan potensi ekonomi dari sektor UMKM. Warga banyak yang memproduksi camilan dan kerajinan rumahan untuk dipasarkan ke pasar tradisional dan wisatawan. Desa ini juga aktif mendorong diversifikasi produk sebagai bentuk kemandirian ekonomi masyarakat.

Dengan latar belakang mayoritas petani, warga Kembangkuning menggantungkan hidup dari sawah dan kebun. Namun, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan air irigasi, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga: Peternak Sapi Kesulitan Pakan saat Musim Kemarau, Rumput Liar pun Sulit Didapat

Iwan menuturkan, air bersih untuk rumah tangga sudah aman. "Tapi untuk mengairi sawah, kami kesulitan. Jadi, banyak warga beralih menanam tanaman yang tahan kering seperti jagung, ketela, dan kacang-kacangan," paparnya.

Meski potensi Kembangkuning cukup besar, tantangan ke depan adalah soal kesiapan sumber daya manusia. Iwan menekankan pentingnya edukasi, pelatihan, dan sosialisasi bagi warga agar potensi desa bisa benar-benar diolah secara optimal dan berkelanjutan. (aya/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#Windusari #Magelang #lereng Gunung Sumbing #Kopi #Candi Selogriyo #desa #turis eropa