MAGELANG — Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menggagas sebuah ide ambisius untuk memperkuat wajah kota di masa depan. Yakni membangun pembatan penyeberangan orang (JPO) yang membentang di sisi timur alun-alun. Keberadaannya digadang-gadang dapat menambah estetika kota.
JPO ini, lanjut dia, bukan hanya soal penyeberangan. Tetapi bisa jadi wajah kota. "Saya ingin dibuat bagus, seperti di Jakarta, di kawasan Sudirman-Thamrin, yang modern dan punya nilai seni," ungkapnya, Kamis (10/7)..
Bukan sekadar fasilitas penyeberangan biasa, Damar menginginkan jembatan ini menjadi ikon baru kota: futuristik, estetik, dan fungsional. Dia menambahkan, secara infrastruktur, Kota Magelang sudah lengkap. Ada hotel, rumah sakit, universitas, dan tempat wisata.
Menurut Damar, JPO yang direncanakan akan melintasi jalan utama yang memisahkan alun-alun dari kawasan bisnis di sisi seberangnya. Terlebih saat ini, Alun-alun Kota Magelang menjadi ruang publik yang ramai, namun belum memiliki konektivitas vertikal yang aman dan estetis.
Damar membayangkan sebuah struktur arsitektur yang ikonik dan futuristik, sekaligus aman dan ramah bagi semua kalangan. Lebih dari itu, Damar melihat, JPO sebagai bagian dari transformasi kawasan alun-alun yang dalam waktu dekat akan menjadi pusat pemerintahan kota.
Baca Juga: Catat!! Berikut Jadwal Operasi Patuh Progo 2025 serta 7 Poin Prioritas Yang Dicari
Dengan mobilitas dan aktivitas publik yang semakin padat, keberadaan JPO dinilai krusial untuk mengatur arus manusia dan kendaraan. "Beberapa tahun ke depan, kawasan ini padat karena pusat pemerintahan akan kita tempatkan di sekitar alun-alun," lontarnya.
Meskipun masih berupa gagasan, impian Damar ini mencerminkan semangat untuk mendorong Kota Magelang menata diri sebagai kota yang modern dan ramah pejalan kaki. Dia pun berharap dukungan masyarakat serta sinergi lintas sektor dapat mewujudkan cita-cita ini. "Kota ini bisa maju, asal kita punya kesadaran bersama untuk menyambut masyarakat dan wisatawan. JPO ini salah satu simbolnya," jelasnya. (aya/pra)