Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunung Gambar Bertransformasi Menuju Destinasi Kopi Edukatif, Pokdarwis Sebut Situs Religi Tak Membuat Wisatawan Tertarik Datang

Yusuf Bastiar • Senin, 7 Juli 2025 | 06:45 WIB

 

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gambar memanen kopi bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Sabtu (5/7).
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Gambar memanen kopi bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Sabtu (5/7).

GUNUNGKIDUL - Di balik ketenangan lereng Gunung Gambar, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul, perlahan tumbuh harapan baru. Kawasan yang selama ini dikenal sebagai situs sejarah dan religi, kini mulai bertransformasi menjadi destinasi agrowisata kopi yang menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan. Semangat baru itu kembali terlihat saat warga yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) memanen kopi bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Sabtu (5/7) lalu.

 Ketua Pokdarwis Gunung Gambar Wagino mengaku, dalam sekali petik panen bisa menghasilkan 30 kilogram kopi. Panen tersebut berasal dari lahan seluas tiga hektare yang telah ditanami sejak 2021. Melihat hasil panen yang melimpah, Wagino berpikir untuk menambah citra Gunung Gambar.

Sebab Gunung Gambar yang dikenal sebagai tempat religi bersejarah, tak banyak menarik minat wisatawan. Sehingga potensi wisata edukatif kopi mulai dijajaki oleh Pokdarwis. “Anak muda sekarang butuh alasan lain untuk datang,” tutur Wagino Minggu (6/7/2025).

Sebelumnya, menurut cerita Wagino, keberadaan kopi di lereng Gunung Gambar bukanlah hal baru. Dia mengaku mengetahui informasi dari catatan di Perpustakaan Mangkunegaran. Menyebutkan bahwa tanaman kopi sudah ada di kawasan Gunung Gambar sejak masa VOC.

Namun sekarang, petani kopi di Gunung Gambar, masih membutuhkan pengembangan. Sebab, hambatan utama petani kopi di sini ialah keterbatasan lahan dan akses air masih sulit dijangkau ke area lahan. Padahal, Wagino mengaku sejumlah kafe di Gunungkidul sudah rutin membeli kopi lereng Gunung Gambar. ”Permintaan pasar sebenarnya tinggi,” jelas Wagino.


Dalam menuju desa wisata kopi edukatif, Wagino mengaku membutuhkan lahan yang lebih luas. Sehingga Pokdarwis sedang mengupayakan izin pembukaan lahan baru. Wagino berharap, nantinya desa wisata kopi edukatif ini bisa berkembang lebih luas. Meski demikian, sekarang ini warga mulai menanam pohon kopi di area pekarangan rumah. “Wisata edukatif, di sini ada lahan dan kopi, ya itu yang kami suguhkan,” tambah Wagino.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mendukung penuh pengembangan desa wisata edukatif kopi tersebut. Bahkan sudah direncanakan, sumur bor akan direalisasikan tahun ini. Tetapi, tertunda karena terimbas efisiensi anggaran.

 Baca Juga: Kelor dan Ikan, Pangan Lokal Yang Menjadi Andalan BRIN Dalam Menekan Stunting di Gunungkidul

Ke depannya, Rismiyadi mengaku akan melakukan pengadaan bibit dan pupuk organik yang akan mulai disalurkan akhir tahun. Tak hanya itu, ia juga akan fokus pada pendampingan teknis dan pemetaan kebutuhan air. “Kami upayakan agar bisa direalisasikan tahun depan,” ujarnya. (cr1)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Bupati Gunungkidul Endah Subekti #kelompok sadar wisata #Gunung Gambar #Gunungkidul #kawasan #Kopi #Destinasi Agrowisata #pokdarwis #Tempat Religi #potensi wisata #Kapanewon Ngawen #Wisatawan #Kalurahan Kampung