KULON PROGO - Perbukitan Menoreh punya daya tariknya tersendiri.
Puncak Sigong yang terletak di Kalurahan Banjarsari, Kapanewon Samigaluh memiliki kemegahan yang layak dikunjungi.
Walaupun, lokasinya tersembunyi tempat ini menyimpan beragam potensi wisata.
Lurah Banjarsari Muhyadi menyampaikan, Puncak Sigong tengah dikembangkan sebagai wisata unggulan kalurahan.
"Paling utama agrowisata dengan sajian pemandangan alam Perbukitan Menoreh," ucap Muhyadi, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (4/7/2025).
Berada di ketinggian 600 mdpl ini, Puncak Sigong menyimpan potensi keindahan alam yang tiada tawar.
Hamparan perbukitan hijau, dengan suasana yang asri, tentu menyejukkan mata, cocok dikunjungi untuk menyegarkan pikiran.
Bagi pecinta fotografi, Puncak Sigong menjadi titik optimal mendokumentasikan alam.
Bukan hanya hamparan perbukitan Menoreh, tapi juga berbagai pegunungan dari kejauhan.
Seperti Gunung Sumbing, Gunung Merapi dan Merbabu.
Utamanya, saat menjelang matahari terbit.
Matahari terbit dapat terlihat dari balik Gunung Merapi dan Merbabu.
Baca Juga: Update KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali Masih Dilakukan, 30 Korban Dalam Pencarian
Sungguh pemandangan yang mahal, gunung-gunung di area barat Bumi Binangun juga akan tergambar indah, saat mentari membiaskan pancarannya.
"Kami juga menyiapkan agrowisata kelengkeng," ucapnya.
Puncak Sigong memiliki potensi agrowisata, lantaran, Kalurahan Banjarsari menggelontorkan sejumlah anggaran untuk penanaman pohon buah.
Komoditas kelengkeng yang ditanam dua tahun lalu, akan berbuah di musim-musim tertentu.
Pengunjung dapat merasakan kesejukan hawa perbukitan, sekaligus menikmati buah segar yang langsung dipanen.
Tentu, pengunjung juga bisa menikmati kudapan khas Banjarsari selagi berkunjung. Lantaran, Banharsari terkenal sebagai sentra rempah-rempah, makanan khas mereka tak lepas dari rempah rempah.
"Kami memiliki teh rempah-rempah, biasanya ulcocok diminum di hawa pegunungan," ungkapnya.
Teh rempah-rempah terbuat dari teh konvensional dicampur jahe dan cengkeh produk lokal.
Tentu kesegaran dan kehangatan teh ini cocok dinikmati di suhu dingin. Untuk makanan berat, Puncak Sigong juga menyiapkan nasi ingkung yang bisa disantap.
Untuk pengunjung yang hendak berkunjung tak perlu merpgoh kocek berlebih.
Belum ada retribusi masuk pada area Puncak Singgong.
Puncak ini, seringkali menjadi favorit pemudik untuk sekadar menikmati pemandangan yang ada. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva