MUNGKID – Taman Wisata Borobudur (TWB) mulai menerapkan uji coba pengaturan jumlah pengunjung yang naik ke struktur Candi Borobudur. Dengan kuota yang diatur fleksibel, antara 1.200 hingga 2.000 orang per hari.
Kebijakan ini bukan sekadar untuk mengakomodasi lonjakan wisatawan. Melainkan juga untuk menguji skenario ideal yang menjaga kelestarian cagar budaya, namun tetap memberikan dampak ekonomi positif bagi kawasan sekitar.
Direktur PT TWB Mardijono Nugroho mengutarakan, saat ini pengelola tengah melangsungkan uji coba pengaturan naik Candi Borobudur.
"Polanya adalah pengaturan, bukan sekadar penambahan kuota," ujarnya di kompleks Setda Kabupaten Magelang, Kamis (3/7).
Meski daya tarik utama tetap pada pengalaman naik ke struktur candi, TWB tetap membatasi angka tersebut dalam kisaran 1.200 hingga maksimal 2.000 orang per hari. Angka itu dinilai masih berada dalam batas aman dan dilakukan selama masa liburan sekolah.
Mardijono mencatat, selama libur sekolah tahun ini, jumlah kunjungan ke Candi Borobudur meningkat signifikan. Jumlahnya mencapai 5.000 pengunjung per hari dan bisa menembus 6.000–7.000 saat akhir pekan.
Tren kenaikan ini, lanjut dia, praktis menjadi suatu pencapaian yang positif. Tapi tantangannya tetap sama. “Yakni bagaimana memastikan kunjungan ini memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat sekitar," katanya.
Uji coba pengaturan naik candi akan berlangsung hingga masa libur sekolah berakhir. Selanjutnya, hasil evaluasi akan menjadi dasar apakah pendekatan ini akan dipertahankan, ditingkatkan, atau disesuaikan kembali.
"Kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena ini menyangkut konservasi, pengalaman pengunjung, dan kesejahteraan masyarakat lokal," paparnya.
Saat disinggung ihwal wacana untuk meningkatkan kuota naik candi secara signifikan hingga 5.000 atau bahkan 10.000 orang per hari, kata dia, memang tengah dibahas lintas lembaga.
Namun, Mardijono menegaskan, semua harus melalui proses kajian, evaluasi uji coba, dan komitmen bersama lintas sektor. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo