SLEMAN - Libur panjang akhir pekan menjadi momentum wisatawan berburu destinasi favorit di Yogyakarta.
Salah satu lokasi yang menjadi magnet utama adalah kawasan lereng Gunung Merapi, khususnya wisata Jeep Lava Tour Merapi.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh pengelola jasa sewa Jeep di kawasan Merapi.
Salah satunya adalah Suyamti, pengelola armada Jeep Lava Tour di kawasan Kaliurang.
Ia menyebutkan, ada lonjakan permintaan yang signifikan sejak Jumat (27/6/2025), tanggal merah peringatan tahun baru Islam.
"Kalau hari biasa, sekitar 10 sampai 15 unit yang jalan. Tapi dari Jumat kemarin, semua unit kami yang jumlahnya 60 mobil Jeep sudah habis dipesan," katanya saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (28/6/2025).
Di akuinya, trafik yang tinggi tersebut masih berlangsung hingga saat ini, dan diproyeksikan masih akan berlangsung hingga hari Minggu (29/6/2025).
"Cukup banyak wisatawan yang terpaksa antre atau menunggu karena tidak kebagian," ujarnya
Suyamti menuturkan, mayoritas wisatawan berasal dari berbagai kota besar di Indonesia.
Beberapa dari mereka bahkan datang sejak pagi, demi mengejar paket sunrise yang memang sudah bisa dinikmati sejak pukul 05.00 pagi.
Adapun jam operasional terakhir biasanya pada pukul 17.00 sore, atau sebelum waktu maghrib.
"Paketnya ada tiga kategori, pendek, menengah, dan panjang. Paling murah mulai Rp 400 ribu dan paling mahal bisa sampai Rp 650 ribu, tergantung rute dan durasi," imbuhnya.
Ia menguraikan, beberapa jalur dan spot yang paling diminati wisatawan di antaranya adalah Museum Mini Sisa Hartaku, Bunker Kaliadem, Stonehenge atau Batu Alien, serta area Kali Opak dan Kali Kuning yang memungkinkan pengunjung merasakan sensasi off-road dan manuver di jalur sungai.
Selain itu, ada beberapa rute lainnya yang mencakup kawasan Rumah Mbah Maridjan, Bukit Triangulasi, Jembatan Plunyon, hingga area sunrise point.
Sementara itu, tidak hanya dari sisi penyedia jasa, antusiasme juga datang dari para wisatawan.
Salah satunya adalah Nadya Zahra, mahasiswa asal Bandung yang datang bersama teman-teman kuliahnya.
"Kami sengaja ke Jogja pas libur semester ini. Tahu Jeep Merapi dari medsos, terus akhirnya sepakat coba. Ternyata seru banget," tuturnya antusias.
Menurut Nadya, wisata Jeep Merapi menjadi pengalaman unik yang tak ia temukan di tempat lain.
Secara pribadi ia juga berharap ke depannya pengelolaan jalur dan keselamatan tetap diperhatikan agar wisatawan bisa menikmati dengan aman dan nyaman.
"Sejauh ini tadi aman, dan keamanan serta kenyamanan buat semua itu harus terus diperhatikan, atau ditingkatkan," pesannya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva