KEBUMEN - Berbicara destinasi wisata pantai di Kebumen memang tak ada ujungnya. Hamparan alam pesisir selatan sepanjang 57,5 kilometer menjadikan Kebumen punya begitu banyak tempat wisata berbasis pantai. Salah satunya Pantai Karang Agung di Desa Argopeni, Kecamatan Ayah.
Meski belum cukup popoluler, pantai berpasir putih ini menyajikan eksotisme alam yang tak kalah indah dengan pantai lain. Pantai dengan balutan bukit tinggi menjulang membuat Pantai Karang Agung berbeda dengan tempat wisata pada umumnya.
Di pantai ini pengunjung juga bisa leluasa menyaksikan deburan ombak yang bertabrakan langsung dengan kokohnya batu karang. "Setelah pandemi, pelan-pelan kami buka lagi wisata. Sekarang sudah pulih," kata Pengelola Wisata Pantai Karang Agung Toyib Usman, Jumat (30/5).
Pengambilan nama Karang Agung merujuk pada sebuah gugusan batu karang berukuran besar yang terletak menjorok ke arah laut. Batu karang tersebut yang kemudian menjadi ikon wisata. Tak sedikit dari pengunjung mengabadikan momen di depan batu karang tersebut.
Lokasi foto di depan batu karang menjadi salah satu spot favorit bagi para pengunjung. Sebagian dari mereka bahkan rela datang saat waktu matahari terbit maupun terbenam hanya untuk berswafoto dengan latar belakang batu karang.
Pantulan cahaya matahari yang perlahan terbit maupun tenggelam mehasilkan panorama yang begitu memukau. "Kebanyakan yang datang minta foto dekat batu karang. Pemandangannya bagus sih," jelas Toyib.
Pantai Karang Agung terbilang cukup asri karena belum banyak terjamah pengunjung, sehingga sangat direkomendasikan untuk tempat melepas penat.
Jika cuaca mendukung, pengunjung akan leluasa menikmati pemandangan laut lepas dengan perpaduan langit berwarna biru kontras. Belum lagi semilir angin yang berhembus membawa ketenangan tersendiri di pantai ini.
Lokasi Pantai Karang Agung berjarak sekitar 40 kilometer dari pusat kota Kebumen atau butuh menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk bisa sampai ke lokasi wisata.
Tiket masuk yang dibanderol juga terbilang ekonomis. Cukup merogoh kocek Rp 10 ribu, pengunjung bisa leluasa kenikmati pemandangan pantai nan indah.
Pantai ini dikelola masyarakat lokal yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sabdo Pandito Ratu. Pengelola juga terus berkomitmen untuk berbenah dengan memperbaiki fasilitas yang tersedia.
"Kami coba supaya bisa bersaing. Minimal sejajar dengan wisata pantai lain," jelas Toyib. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo