GUNUNGKIDUL - Susur Gua Braholo di Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul jadi salah satu cara mengisi liburan. Seperti yang dilakuna oleh Sanggar Lumbung Kaweruh pada Kamis (29/5).
Dalam sesi susur gua, puluhan anak-anak Dusun Ngurak Urak, Petir, Rongkop menaiki bus menuju ke lokasi gua. Didampingi ibundanya, anak-anak menaiki tangga menuju Gua Braholo dengan antusias.
Sebab, mereka baru pertama kali menyambangi Gua Braholo. “Baru pertama kali ini,” ujar seorang anak bernama Ananda Putra.
Ananda bersama teman-temannya duduk di atas bebatuan memandangi gua. Dalam pandangan mereka, kelelawar beterbangan di atas langit-langit gua. Ananda mengatakan, baru pertama kali melihat kelelawar di dalam gua.
Batu-batuan gua juga tak lepas dari tatapan tajam anak-anak Dusun Ngurak Urak. “Itu ada juga batu tumbuh ke bawah,” ucapnya lugu.
Pemandu susur gua, Ribut Eugh mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak Kalurahan Ngurak Urak mengenal sejarah nenek moyangnya. Sebab, Gua Braholo merupakan tempat kehidupan orang-orang terdahulu.
Baginya dengan mengenalkan tempat bersejarah ini anak-anak bisa melihat sisi lain dari gua yang nampak menyeramkan.“Ada ikatan emosional kok dengan kita,” ujar Ribut.
Selain itu, batu-batu di dalam gua bisa dijadikan referensi menggambar oleh anak-anak. Menurut Ribut susur gua ini bisa menumbuhkan imajinasi anak-anak. Sehingga, anak-anak nantinya bisa menyelami secara mandiri bahwa gua yang nampak menyeramkan ternyata indah dalam pandangan mata.
Dari sinilah menurut Ribut ikatan emosional anak-anak dengan tempat bersejarah bisa terjalin.“Seperti batu yang keras, jati diri anak-anak juga demikian,” ujar Ribut. (cr1/pra)
Editor : Heru Pratomo