Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Susur Gua Braholo di Rongkop Gunungkidul, Menyusuri Jejak Kehidupan Nenek Moyang

Yusuf Bastiar • Jumat, 30 Mei 2025 | 15:05 WIB

 

Anak-anak Dusun Ngurak Urak Petir melihat keindahan Gua Braholo. Mereka takjub dalam pandangan mata, tapi takut untuk masuk ke dalam gua.
Anak-anak Dusun Ngurak Urak Petir melihat keindahan Gua Braholo. Mereka takjub dalam pandangan mata, tapi takut untuk masuk ke dalam gua.

 

GUNUNGKIDUL - Susur Gua Braholo di Kalurahan Semugih, Rongkop, Gunungkidul jadi salah satu cara mengisi liburan. Seperti yang dilakuna oleh Sanggar Lumbung Kaweruh pada Kamis (29/5).

Dalam sesi susur gua, puluhan anak-anak Dusun Ngurak Urak, Petir, Rongkop menaiki bus menuju ke lokasi gua. Didampingi ibundanya, anak-anak menaiki tangga menuju Gua Braholo dengan antusias.

Sebab, mereka baru pertama kali menyambangi Gua Braholo. “Baru pertama kali ini,” ujar seorang anak bernama Ananda Putra.

Ananda bersama teman-temannya duduk di atas bebatuan memandangi gua. Dalam pandangan mereka, kelelawar beterbangan di atas langit-langit gua. Ananda mengatakan, baru pertama kali melihat kelelawar di dalam gua.

Batu-batuan gua juga tak lepas dari tatapan tajam anak-anak Dusun Ngurak Urak. “Itu ada juga batu tumbuh ke bawah,” ucapnya lugu.

Pemandu susur gua, Ribut Eugh mengatakan, kegiatan ini dilakukan agar anak-anak Kalurahan Ngurak Urak mengenal sejarah nenek moyangnya. Sebab, Gua Braholo merupakan tempat kehidupan orang-orang terdahulu.

Baginya dengan mengenalkan tempat bersejarah ini anak-anak bisa melihat sisi lain dari gua yang nampak menyeramkan.“Ada ikatan emosional kok dengan kita,” ujar Ribut.

Selain itu, batu-batu di dalam gua bisa dijadikan referensi menggambar oleh anak-anak. Menurut Ribut susur gua ini bisa menumbuhkan imajinasi anak-anak. Sehingga, anak-anak nantinya bisa menyelami secara mandiri bahwa gua yang nampak menyeramkan ternyata indah dalam pandangan mata.

Dari sinilah menurut Ribut ikatan emosional anak-anak dengan tempat bersejarah bisa terjalin.“Seperti batu yang keras, jati diri anak-anak juga demikian,” ujar Ribut. (cr1/pra)

Editor : Heru Pratomo
#kelelawar #rongkop #Gunungkidul #Gua Brahalo Gunungkidul #susur gua