SLEMAN - Museum Gunungapi Merapi telah dibuka sejak akhir 2024 lalu setelah dilakukan renovasi. Namun, kunjungan harian masih anjlok.
Kepala UPTD MGM Imam Muslikh Mahmudi menjelaskan, renovasi terfokus pada perbaikan bangunan. Sebab pada 2017 hingga 2018 sudah terjadi kebocoran sangat parah. Sehingga, harus dilakukan penutupan karena membahayakan pengunjung.
Dia menyebut, kunjungan mulai meningkat apabila dibandingkan dengan setelah pandemi maupun sebelum penutupan. Rata-rata pada April lalu mencapai 120 orang. "Untuk puncaknya maksimal sampai 1.500 orang," katanya.
Dia menyebut angka ini masih jauh jika dibanding sebelum pandemi. Hari libur bisa mencapai 2.000 orang dan puncaknya mencapai 2.500 kunjungan sehari.
Baca Juga: Seratus Hari Kerja Hasto Wawan, Quick Wins Bukan Sekadar Program Kejar Target dan Sesajen dari OPD
"Kami maklumi karena masih awal. Kami sendiri juga lakukan publikasi di media sosial hingga surat kabar," tambahnya.
Imam menyebut, pihaknya juga akan terfokus untuk melakukan penambahan koleksi. Misalnya, batu-batuan dari Museum Geologi. Dia juga merencanakan bisa menambah alat seismik untuk pemantauan Gunung Merapi.
"Tidak ada kenaikan dibanding sebelum renovasi. Untuk wisatawan nusantara Rp 5 ribu dan wisatawan mancanegara Rp 10 ribu," katanya.
Dia berharap ke depan bisa ada anggaran tambahan. Sehingga, pemeliharaan koleksi bisa dilakukan secara maksimal.
Baca Juga: Terdampak Tol Jogja-Bawen, 190 Jenazah di Makam Susukan III Margokaton Sleman Dipindah
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman Ishadi Zayid menilai, gelaran pameran bisa jadi strategi meningkatkan kunjungan museum. Utamanya karena bisa jadi sarana memperbarui citra.
"Terpenting itu menarik orang penasaran. Jadi mereka tertarik datang lalu bisa melihat perjalanan bangsa dari dulu sampai sekarang," jelasnya. (del/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita