Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berada di Wilayah Tinggi, Kalurahan Gerbosari Berdaya melalui Tanaman Krisan, Punya Puluhan Greenhouse Kini Jadi Agrowisata

Anom Bagaskoro • Sabtu, 17 Mei 2025 | 23:57 WIB
PANEN: Suharso melihat bunga krisan yang sebentar lagi bisa dipetik.
PANEN: Suharso melihat bunga krisan yang sebentar lagi bisa dipetik.

RADAR JOGJA - Jika melihat karangan bunga atau hiasan di meja dengan banyak bunga krisan, mungkin itu berasal dari Kalurahan Gerbosari. Kalurahan yang terletak di Perbukitan Menoreh, Kapanewon Samigaluh ini menjadi salah satu sentra pertanian krisan di DIJ.

 

Ketua Asosiasi Seruni Menoreh Gerbosari Suharso menyampaikan, awal mula kalurahannya mengolah pertanian krisan. Pada 2012 pertanian krisan mulai dikenal ke masyarakat. Lantaran saat itu, Kementerian Pertanian menggelar pelatihan dan membantu masyarakat untuk budidaya krisan.

"Dulu ada pelatihan itu, ternyata menguntungkan banyak yang akhirnya terjun ke pertanian," ucap Suharso, Jumat (9/5)

 

Berawal dari pelatihan, banyak masyarakat Kalurahan Gerbosari yang akhirnya bekerja di sektor pertanian krisan. Tak tanggung-tanggung, ada puluhan greenhouse yang terpasang di Agrowisata Krisan Gerbosari. Bahkan greenhouse untuk menanam krisan juga kerap ditemui di rumah warga.

Faktor geografis, ditambah pengelolaan pertanian yang optimal membuat pertanian krisan Gerbosari patut dicontoh. Berada di ketinggian 800 mdpl, pertanian krisan dapat berkembang sebaik mungkin.

 

Karakteristik bunga krisan yang tumbuh optimal pada suasana sejuk dan ketinggian yang tinggi membuat potensi geografis Gerbosari bisa dimaanfaatkan. Akan tetapi, perjalanan pertanian krisan di Gerbosari nyaris pupus. Lantaran, dihantam pandemi covid-19. "Sewaktu covid lumpuh total, ada yang merugi puluhan juta," ucapnya.

Suharso menyampaikan, pandemi membuat pertanian krisan lumpuh total. Pasalnya, permintaan bunga mengalami penurunan. Padahal banyak pertanian yang mengeluarkan modal besar untuk membeli bibit.

 

Akan tetapi, pertanian krisan kembali bertumbuh usai pandemi berkat suntikan dana dari kalurahan maupun dari oemerintah provinsi. Berkat itu, tahun 2023 pertanian krisan kembali bergeliat. Bahkan membuat Kalurahan Gerbosari menjadi jujugan wisatawan yang hendak menyelami agrowisata.

 

Selain dikunjungi, pertanian krisan menjadikan wilayah Gerbosari sebagai sentra pertanian krisan yang menyuplai bunga ke wilayah Jateng dan DIJ. Lantaran, produsen krisan di DIJ baru ada satu di wilyah Kabuoaten Sleman. (gas/pra)

Editor : Herpri Kartun
#bunga krisan #Perbukitan Menoreh #Samigaluh Kulon Progo #Covid-19