KEBUMEN - Desa Sendangdalem di Kecamatan Padureso menjadi salah satu desa berdaya karena potensi wisata yang dimiliki. Desa di sisi timur Kebumen ini telah berhasil memanfaatkan saluran irigasi dari Waduk Wadaslintang sebagai arena wisata tirta.
Pemerintah desa setempat bersama aktivis desa kini telah mampu mengubah saluran irigasi menjadi ladang rezeki. Geliat ekonomi di sana perlahan mulai tumbuh sejak destinasi wisata air atau river tubing tersebut pertama kali dibuka pada 2020.
"Dulu irigasi paling cuma buat mandi, kebutuhan rumah tangga dan pertanian. Sekarang kami lihat ini bisa jadi peluang ekonomi," ujar Kepala Desa Sendangdalem Yuli Imam Susanto, Jumat (2/5).
Eksotisme alam pegunungan dengan suasana asri membuat pengunjung betah berlama-lama di Desa Sendangdalem. Belum lagi, ketika menyempatkan diri menikmati wisata river tubing, pengunjung akan merasakan kesegaran dan kejernihan air irigasi yang bersumber langsung dari Waduk Wadaslintang.
Destinasi wisata di Desa Sendangdalem menawarkan sensasi susur sungai sepanjang 2,5 kilometer. Dengan menempuh perjalanan di atas sungai sekitar satu jam, pengunjung akan merasakan pengalaman cukup berharga. "Kami diberkahi kekayaan alam melimpah. Pelan-pelan dilihat apa yang cocok buat perekonomian warga," ucap Yuli.
Desa Sendangdalem adalah desa wisata binaan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirta Utama Jawa Tengah. Dalam perjalanannya, wisata di desa tersebut kian berkembang. Bahkan sekarang juga telah memiliki kalender wisata tahunan, seperti agenda Festival Kalisat yang mampu menyedot ribuan wisatawan.
"Pas irigasi ditutup, ada festival tangkap ikan. Setiap tahun yang datang tambah ramai. Warga juga senang, jualannya laris," kata Yuli.
Pengelola River Tubing Sendangdalem Joni Priyanto mengungkapkan, harga paket wisata air yang ditawarkan cukup bervariatif, mulai dari Rp 75-100 ribu tergantung fasilitas. Dari paket tersebut pengunjung akan menikmati sensasi wisata susur sungai serta hidangan pelepas dahaga.
Termasuk layanan asuransi, dokumentasi, tim medis, hingga kendaraan antar jemput di lokasi wisata. "Kalau jumlah mencukupi, berangkat bareng dari awal titik star. Misal tidak nanti gabung dengan rombongan lain," jelasnya.
Joni berkata, meski wisata ini identik memacu adrenalin, dia memastikan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung akan menjadi prioritas utama. Sebab seluruh pengunjung akan diwajibkan mengenakan peralatan lengkap sesuai standar operasional. Tak hanya itu, pengunjung juga didampingi pemandu berpengalaman guna memastikan keselamatan selama berwisata. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo