MUNGKID - Pelaku wisata di kawasan Borobudur siap menerima limpahan wisatawan selama masa libur Lebaran 2025. Targetnya, ada 10 ribu wisatawan yang mengunjungi kawasan Borobudur. Sejumlah persiapan sudah dilakukan, mulai dari menggandeng komunitas kesenian hingga melakukan pemeriksaan andong.
Direktur PT Taman Wisata Borobudur Mardijono Nugroho mengutarakan, pemerintah membangun kawasan Borobudur tidak hanya zona I dan II. Tetapi juga zona III, IV, dan V. "Sehingga diharapkan (wisatawan) tidak hanya ke candi, tapi juga ke kawasan," bebernya, Kamis (27/3).
Baca Juga: Warga Wadas Penerima UGR Pembagunan Bendungan Bener Diingatkan Bayar Zakat
Kawasan itu, kata dia, meliputi daerah-daerah penyangga di Kecamatan Borobudur. Termasuk Museum dan Kampung Seni Borobudur, destinasi wisata lain, desa-desa wisata, balai ekonomi desa (balkondes), dan lainnya.
Pada momentum Lebaran 2025 ini, kawasan Borobudur siap menerima limpahan wisatawan. Terlebih, para pelaku wisata sudah berbenah demi memberikan kenyamanan kepada wisatawan. "Harapan kami (kunjungan) totalnya sekitar 76 ribu (wisatawan) atau 10 ribu orang per hari selama masa ramai ini," ujar dia.
Mardijono menambahkan, untuk menarik minat wisatawan itu, ada sejumlah kegiatan yang dihadirkan. Dia mencontohkan, di Museum dan Kampung Seni Borobudur ada kegiatan kesenian dengan menggandeng komunitas lokal.
Baca Juga: Iuran PBB Warga Diduga Belum Disetorkan, Warga Desa Sidorejo, Tegalrejo Minta Transparasi Tunggakan PBB
Manager Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Magelang Sony Harsono menuturkan, bakal all out untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. "Tidak hanya memberikan informasi mengenai Borobudur, tapi juga mengubah image bahwa Borobudur itu bukan di Jogja, melainkan di Magelang," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Pesona Magelang Kirno Prasojo menambahkan, sejauh ini kelayakan transportasi pendukung di kawasan Borobudur sudah diperiksa. Seperti andong maupun mobil VW. "Kudanya sudah dicek, termasuk kusirnya," paparnya. (aya)