JOGJA - Berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat yang menghabiskan momen Lebaran di wilayah DIJ. Salah satunya di sektor perhotelan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Deddy Pranowo Eryono mengatakan, industri perhotelan di DIJ siap menyambut kedatangan wisatawan meski saat ini tingkat hunian hotel masih rendah. PHRI berharap pada Lebaran nanti tingkat hunian kembali tinggi.
"Yang paling penting adalah kami sudah benar-benar siap untuk menerima wisatawan yang datang ke Jogja," ujarnya kepada Radar Jogja, Sabtu (22/3).
Deddy menuturkan, guna mendongkrak reservasi, PHRI telah menawarkan paket-paket spesial selama Lebaran. Berdasarkan analisis PHRI, dari masa libur Lebaran 2024 wisatawan yang menginap sudah mulai menyebar. Tidak hanya terpusat di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.
Namun dia mengakui kondisi perekonomian yang belum stabil membuat tingkat reservasi periode 28 Maret hingga 1 April 2024 baru mencapai 20 persen. Sementara itu, untuk periode 1 hingga 6 April, reservasi sudah mencapai 40 persen. "Tahun lalu pada periode sama, reservasi sudah 50 hingga 70 persen pada H+9 Lebaran," jelas Deddy.
Dia juga memastikan anggota PHRI tidak ada yang melakukan praktik aji mumpung dengan menaikkan harga tinggi secara sepihak alias nuthuk. PHRI sudah melakukan rapat dan keliling ke hotel-hotel untuk memastikan kesiapan mereka dalam menyambut wisatawan.
“Kami tidak mentoleransi anggota kami yang aji mumpung, karena kami sudah sepakat untuk menetapkan tarif batas bawah dan batas atas," katanya.
Deddy mengungkapkan, pada Lebaran kali ini hotel-hotel tidak menaikkan tarif seperti yang dilakukan tahun lalu. Pada tahun lalu tarif hotel dinaikkan karena harga bahan baku yang melonjak.
Meskipun harga bahan baku tahun ini juga mengalami kenaikan, daya beli masyarakat turun. Sehingga pihak hotel menyesuaikan dengan tingkat daya beli masyarakat. “Kami menyesuaikan itu, karena ekonomi kita kan belum stabil,” ucapnya.
Baca Juga: Lewat Skema PBI, Wariyah Merasa Bebannya Diringankan Oleh Program JKN
PHRI menargetkan okupansi pada masa libur Lebaran 2025 mencapai 90 persen pada periode 1-6 April. Saat ini, reservasi untuk periode 28 Maret-1 April baru mencapai 20 persen. Sementara untuk periode 1-6 April, reservasi sudah mencapai 40 persen.
Puncak okupansi diperkirakan akan terjadi pada tanggal 2-3 April. “Kami berharap pada H-2 Lebaran nanti ada reservasi yang bisa meningkatkan okupansi itu,” ujar Deddy. (tyo/laz)
Editor : Heru Pratomo