SLEMAN - Banyaknya pemudik yang data ke Yogyakarta pada momen libur lebaran membawa rezeki tersendiri bagi para pemilik penginapan atau homestay.
Bahkan penginapan yang berada di pinggiran kota seperti Omah Eyang Cokro Hinggil pun sudah mulai banyak dipesan oleh para wisatawan dan pemudik.
Manajer Omah Eyang Cokro Hinggil, Muhammad Aurin Nagata mengatakan, meski musim libur lebaran baru dimulai akhir bulan Maret mendatang homestay yang dikelolanya sudah mulai banyak pemesanan.
Mayoritas pemesan diketahui merupakan wisatawan luar daerah yang ingin merasakan penginapan dengan suasana berbeda.
Ya, Omah Eyang Cokro Hinggil sendiri merupakan homestay yang memiliki bangunan dan ornamen khas Jawa.
Penginapan dengan delapan kamar itu juga menawarkan suasana persawahan dan pemandangan Gunung Merapi.
Dari total delapan kamar di homestay tersebut diketahui beberapa sudah terisi untuk libur lebaran.
“Ya, memang sudah ada beberapa pemesanan untuk libur lebaran. Seperti tamu dari Jakarta dan Jawa Tengah,” ujar Aurin saat ditemui di Jogja, Rabu (12/3/2025).
Dia menyebut, harga yang terjangkau memang menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan memilih homestay di pinggiran kota.
Sebab biaya menginap di Omah Eyang Cokro Hinggil hanya berkisar Rp. 350 ribu untuk kamar dengan kapasitas dua orang.
Namun jika ingin memilih kamar dengan kapasitas banyak orang atau rombongan keluarga harganya dibanderol Rp. 1,5 juta.
Selain itu, kata dia, para tamu atau konsumen yang memang sengaja memilih menginap di pinggiran kota.
Lantaran ingin merasakan suasana menginap yang berbeda dengan suasana jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat lokal, Aurin mengaku, ke depan homestay Omah Eyang Cokro Hinggil juga akan dikonsep sebagai working creative space.
Yakni sebuah konsep penginapan yang juga menawarkan berbagai kegiatan masyarakat lokal.
Khususnya dalam bidang seni dan budaya.
“Sehingga nanti pengunjung bisa merasakan pengalaman baru, namun juga ada pemasukan bagi masyarakat,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin