GUNUNGKIDUL - Jika Anda mencari tempat wisata yang menawarkan keindahan alam yang memukau, Air Terjun Sri Gethuk di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, adalah pilihan yang sempurna. Terletak sekitar 40 kilometer dari Jogjakarta, akses menuju lokasi ini sangat mudah. Hanya perlu waktu sekitar satu jam berkendara melalui jalur Jogja - Wonosari.
Ada tiga cara jalur masuk destinasi wisata, dari pintu masuk dapat menggunakan fasilitas flying fox, perahu kecil untuk menyusuri sungai, ataupun berjalan kaki sampai menuju Air Terjun Sri Gethuk.
Dengan harga tiket masuk sebesar Rp15.000, wisatawan sudah dapat mengakses dua objek wisata tambahan, yaitu Gua Rancang Kencana dan Gua Gelatik. Selain itu, fasilitas seperti parkir gratis dan toilet juga disediakan.
Lurah Bleberan Bambang Fajaruddin mengatakan, Air Terjun Sri Gethuk resmi menjadi destinasi wisata sejak 2010, memiliki sejarah yang kaya. Sebelum dikelola sebagai objek wisata, air terjun ini hanya digunakan oleh masyarakat setempat untuk mandi dan bermain. "Dulu, ini hanya merupakan sumber irigasi bagi sawah warga," ujar Bambang kepada Radar Jogja, Jumat (31/1).
Daya tarik utama Air Terjun Sri Gethuk tidak hanya terletak pada air terjun yang indah, tetapi juga pada keanekaragaman aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung.
Wisatawan dapat merasakan sensasi body rafting yang menantang, menyusuri sungai yang jernih, atau mencoba flying fox yang menawarkan pemandangan spektakuler dari ketinggian. "Pemandangan di sini sangat mirip dengan Green Canyon, dengan sawah hijau dan tebing alami yang menawan," ucapnya.
Pengelola Air Terjun Sri Gethuk menyediakan fasilitas yang cukup lengkap untuk memastikan kenyamanan pengunjung. Bagi pengunjung yang ingin mencoba aktivitas lebih ekstrem seperti body rafting, tarifnya adalah Rp 25.000 per orang. Dalam paket ini, wisatawan akan didampingi oleh pemandu profesional yang menjamin keselamatan selama kegiatan.
Weekend menjadi waktu favorit bagi pengunjung, dengan angka mencapai 500 orang dalam sehari. Pada hari biasa, angka ini berkisar antara 100 hingga 200 pengunjung. Untuk menjaga kenyamanan dan pengalaman berwisata yang lebih baik, pengelola memberlakukan batasan jumlah pengunjung. "Saat hari raya, kami pernah menolak pengunjung ketika tiket sudah terjual hingga 3.000. Kami ingin semua orang bisa menikmati keindahan tanpa merasa sesak," tuturnya.
Dalam menjaga keindahan alam Air Terjun Sri Gethuk, pengelola berkomitmen untuk tidak merubah bentuk alami lingkungan sekitar. Warga setempat maupun pengelola wisata selalu melakukan perawatan dengan kerja bakti untuk menjaga kebersihan. Selain itu, membangun sarana prasarana yang tidak mengubah karakteristik alam.
Wisatawan juga diimbau untuk mematuhi peraturan keselamatan selama berkunjung, seperti menggunakan life jacket saat beraktivitas di air dan menghormati rambu-rambu yang dipasang di lokasi. Dengan kesadaran ini, diharapkan keindahan Air Terjun Sri Gethuk dapat terjaga untuk generasi mendatang.
Dalam rangka menarik lebih banyak wisatawan, pengelola juga berencana untuk mengembangkan paket-paket wisata yang menarik, seperti edukasi pertanian dan kegiatan camping di sekitar area wisata. Dengan potensi yang dimiliki, Air Terjun Sri Gethuk siap menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Gunungkidul. (ndi/pra)