Objek wisata pantai masih menjadi destinasi terpadat yang dikunjungi wisatawan. Arus lalu lintas dibeberapa Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) sempat mengalami kemacetan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi dan Promosi Dispar Gunungkidul Supriyanta mengatakan, jumlah kunjungan terbanyak terjadi pada Minggu (26/1) sebanyak 31.137 wisatawan dengan PAD mencapai Rp 352.896.000.
"Jumlah kunjungan libur panjang lumayan banyak, padahal target kamk 62 ribu, tercatat hingga kemarin jumlah kunjungan mencapai 89 ribu lebih," ujar Supriyanta saat ditemui di kantornya, Kamis (29/1).
Kawasan pantai di Gunungkidul, kata Supriyanta, yang terkenal dengan keindahan alamnya, masih mendominasi pilihan wisatawan.
Dari total kunjungan, banyak di antaranya memilih destinasi pantai sebagai tempat rekreasi utama.
Pihaknya juga terus menggencarkan promosi wisata baik melalui media sosial maupun agen-agen travel.
Meskipun dalam kondisi cuaca hujan deras, destinasi wisata pantai masih ramai dikunjungi oleh wisatawan luar daerah.
"Terbanyak wisatawan domestik, seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta, namun beberapa juga kami memantua ada wisatawan mancanegara," ucapnya.
Menanggapi insiden wisatawan hanyut di Pantai Drini, Kepala Dispar Gunungkidul Oneng Windu Wardhana mengstakan, untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk pengelola destinasi dan Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah I dan II, untuk memastikan keselamatan pengunjung.
"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memberikan informasi cuaca dan tinggi gelombang secara harian," jelasnya.
“Pantai selatan memang berbeda dengan pantai utara, terutama dalam hal arus dan gelombang. Kami berharap wisatawan dapat mengikuti arahan petugas demi keselamatan,” tandasnya.
Editor : Bahana.