RADAR JOGJA – Lonjakan harga kamar hotel di Yogyakarta saat libur panjang menjadi sorotan.
Sejumlah hotel berbintang 4 dan 5 mematok tarif hingga belasan juta rupiah per malam.
Meski terkesan mahal, kamar-kamar eksklusif ini tetap diminati wisatawan kelas atas.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono membenarkan bahwa tarif hotel meningkat hingga 70 persen saat libur panjang, terutama pada periode Natal dan Tahun Baru.
Namun, sebagian besar hotel hanya menaikkan tarif sekitar 30–50 persen.
“Hotel bintang lima di Yogyakarta menawarkan kamar dengan harga Rp 10 juta hingga Rp 17 juta per malam, terutama untuk tipe presidential suite. Meski mahal, kamar-kamar ini tetap penuh,” ujar Deddy.
Baca Juga: Raihan Fahrizal Ditolak di Negeri Sendiri hingga Menjadi Model Internasional untuk YSL dan Louis Vuitton
Wisatawan yang rela mengeluarkan puluhan juta rupiah untuk menginap di hotel mewah di Yogyakarta umumnya berasal dari kalangan pejabat tinggi, pengusaha besar, dan artis ternama.
Meski harga kamar melambung, PHRI tetap memberlakukan aturan untuk membatasi kenaikan tarif.
Jika ada hotel yang melebihi batas 70 persen, PHRI akan memberikan sanksi, mulai dari peringatan hingga pencabutan keanggotaan.
Baca Juga: Ironi Radja Nainggolan: Cetak Gol Debut, Tiga Hari Kemudian Ditangkap dalam Kasus Kokain
Fenomena ini menunjukkan bahwa Yogyakarta memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan premium yang mencari pengalaman liburan mewah.
Keberadaan hotel-hotel berkelas ini juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor pariwisata dan perhotelan. (Reinerd Adventhree K)
Editor : Winda Atika Ira Puspita