Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kampung Mina Padi Samberembe: Sinergi Pertanian, Perikanan, dan Pariwisata untuk Kemajuan Ekonomi Warga Desa

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 16 Januari 2025 | 18:01 WIB
Kampung Mina Padi Samberembe, kampung percontohan yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Kampung Mina Padi Samberembe, kampung percontohan yang berhasil mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata.

RADAR JOGJA - Mungkin kita sudah tidak aneh lagi mendengar kampung yang berhasil mengelola pertanian dengan sawah yang subur dan hasil alam melimpah.

Tapi, di Kampung Mina Padi Samberembe, sektor pertanian, perikanan dan pariwisata dapat terintegrasi dan menghasilkan keuntungan berlipat.

Kampung ini terletak di desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, DIY.

Pengembangan Kampung Mina Padi Samberembe dimulai pada tahun 2019.

Inisiator Kampung Mina Padi Samberembe, Frans Hero Making  mengungkapkan bahwa ide pembentukan kampung mina padi bermula dari kesulitan ekonomi masyarakat.

Lantas konsep mina padi diangkat untuk mengoptimalkan lahan-lahan pertanian setempat.

Selain menanam padi, petani juga memelihara ikan di lahan sawah.

Petani akan mendapatkan keuntungan dari penjualan hasil tani dan ikan yang dipelihara.

Tak bekerja sendiri, Frans kemudian bekerja sama dengan UGM dalam pengembangan pertanian yang terintegrasi dengan perikanan.

Saat ini, ada beberapa komoditas pertanian yang terintegrasi dengan perikanan seperti mina timun, mina bawang, mina terong, dan mina cabai.

Selain melipatgandakan keuntungan, konsep mina padi juga mengurangi biaya pupuk yang dikeluarkan petani.

Hal itu disebabkan kotoran ikan menjadi pupuk organik bagi tanaman.

Tak cukup sampai situ, Kampung Mina Padi Samberembe kemudian mengembangkan konsep pariwisata edukasi.

Pengunjung yang hadir bisa belajar pengelolaan mina padi sembari menikmati keindahan alam.

Pengunjung juga bisa menikmati makanan di Pawon Kuno dengan harga yang terjangkau.

Kampung Mina padi juga menyediakan fasilitas outbond sehingga anak-anak dapat menyelenggarakan aktivitas di luar kelas sembari belajar pertanian.

Wisatawan hanya perlu merogoh kocek 15 hingga 40 ribu untuk makan, dan 700 ribu untuk paket edukasi dan outbound kelompok.

Saat ini, Kampung Mina Padi juga tengah mengembangkan UMKM yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan.

keberhasilan Kampung Mina Padi Samberembe tak terlepas dari kolaborasi warganya, saat ini total ada 100 orang lebih yang bekerja di berbagai sektor.

Kesuksesan in juga dibantu oleh Bank BSI, Laznas, dan Rumah Zakat yang aktif memberikan pendampingan.

Kedepannya, Kampung Mina Padi Samberembe akan mengedepankan kawasan technopark, wisatawan dapat mempelajari teknologi pertanian dan pengolahan ikan yang canggih sembari menikmati keindahan alam.

Kampung Mina Padi Samberembe menjadi destinasi wisata menjelajahi kampung yang asri di lereng Gunung Merapi serta menyuguhkan edukasi pertanian. (Sulthan Zidan)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Lereng Gunung Merapi #UGM #perikanan #edukasi #Pertanian #Kampung Mina Padi #mina padi #Pariwisata #Asri #kawasan technopark #destinasi wisata #menjelajahi kampung yang asri di lereng Gunung Merapi #Ekonomi #Kampung Mina Padi Samberembe