PURWOREJO - Sebanyak 18.061 orang berkunjung ke Museum Tosan Aji Purworejo sepanjang 2024. Kunjungan terbanyak ada di Oktober 2024 yaitu sebanyak 9.351 pengunjung.
Kabid Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Purworejo Dyah Woro Setyaningsih mengungkapkan, dari puluhan ribu pengunjung tersebut paling banyak dari kalangan pelajar. Yakni, mencapai 14.419 pengunjung. "Kemudian, untuk mahasiswa 249 orang, umum 3.375, dinas tujuh orang, dan wisatawan asing sebanyak tujuh orang," katanya Selasa (7/1).
Baca Juga: Pengamat Sepak Bola Fajar Junaedi Menilai, Pemecatan STY Akan Berdampak di Internal maupun Eksternal
Woro berharap, di 2025 kunjungan dapat bertambah sehingga dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Untuk harga tiket masuk (HTM) masih sama tidak ada perubahan, untuk umum Rp 5 ribu dan pelajar/mahasiswa Rp 2.500 per orang," sebutnya.
Selain HTM, jam operasional museum juga tetap sama yaitu buka setiap Selasa-Kamis pukul 08.00 sampai 15.000, Jumat - Minggu dari pukul 08.00 sampai 14.00. Sedangkan, Senin dan hari libur nasional, tutup.
Di 2025, pihaknya akan mengoptimalkan table mapping yang sudah diluncurkan pada Oktober 2024 lalu. Dengan digitalisasi museum melalui table mapping tersebut diharapkan dapat menggaet wisatawan khususnya anak muda untuk berkunjung ke museum.
Table mapping itu menampilkan koleksi secara atraksi virtual menggunakan table mapping, menyediakan website sebagai fasilitas informasi digital museum.
Sementara ini, koleksi yang ada di table mapping baru sepuluh benda baik keris hingga tombak. Ke depan, Woro berharap akan ada table mapping di setiap ruangan. Sehingga, pengunjung tidak hanya melihat koleksi secara fisik saja, tapi bisa melihat secara virtual terkait penjelasan atau sejarah dari koleksi yang ada.
Di 2025 ini, sebenarnya Dindikbud Purworejo juga berencana ingin membuat mini museum portable untuk meningkatkan daya tarik masyarakat. "Tapi belum bisa dilaksanakan, sementara ditunda dulu. Semoga bisa segera direalisasikan segera," harap dia. (han)
Editor : Heru Pratomo