GUNUNGKIDUL - Sepanjang 2024, Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat jumlah kunjungan wisata mencapai 3.060.010 orang meraup pendapatan asli daerah (PAD) mencapai Rp 33,1 miliar. Angka tersebut melebihi target tahunan yakni 3,1 juta kunjungan dengan target PAD Rp 29 miliar. Angka tersebut menjadi tren positif demi perkembangan destinasi-destinasi wisata di Gunungkidul.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul Supriyanta mengungkapkan, kawasan pantai selatan, khususnya sekitar Pantai Drini, tetap menjadi magnet utama bagi wisatawan. "Pengunjung terbanyak yakni di kawasan pantai selatan, pantai-pantai ini selalu jadi primadona bagi orang luar maupun warga Gunungkidul," ujar Supriyanta kepada awak media, Senin (6/1).
Mayoritas wisatawan yang berkunjung berasal dari dalam negeri, khususnya Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, hingga luar Jawa. Sementara itu, wisatawan mancanegara turut mengeksplorasi keindahan alam Bumi Handayani.
Namun, di balik pencapaian ini, pihaknya menyadari masih banyak fasilitas yang harus dilengkapi maupun diperbaiki. Aksesibilitas jalan menuju destinasi wisata yang belum optimal, kurangnya fasilitas umum, serta kendala teknis seperti minimnya jaringan internet dan listrik di sejumlah lokasi menjadi perhatian utama.
Menurutnya, sinergitas semua pihak sangat dibutuhkan untuk meningkatkan fasilitas pendukung wisata. Selain itu, edukasi wisatawan mengenai cuaca dan keselamatan juga penting, mengingat masih terjadi kecelakaan laut akibat kelalaian.
Pengembangan sarana dan prarana destinasi wisata tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. “Kami perlu bekerja bersama, menyusun strategi yang berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak agar hasilnya maksimal," jelasnya.
Supriyanta menambahkan, evaluasi lainnya yaitu belum semua TPR terdapat jaringan internet dan listrik Membuat pelaksanaan e-ticketing belum dapat optimal. Pada momen libur akhir 2024, pihaknya mencatat jumlah kunjungan mencapai 151.095 orang dengan PAD mencapai Rp 1,48 miliar. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo