Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Lagi Mass Tourism, Pemprov DIY Promosikan Pantai di Gunungkidul dan Kulon Progo untuk Quality Tourism

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 4 Januari 2025 | 04:50 WIB
Keindahan Pantai Timang Gunungkidul.  
Keindahan Pantai Timang Gunungkidul.  

 

JOGJA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah fokus mengembangkan pariwisata berkualitas alias quality tourism guna menarik lebih banyak wisatawan. Dalam upaya ini, Pemprov DIY juga berencana untuk memperluas sektor pariwisata massal ke luar Kota Jogja.

 

Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Tri Saktiyana menjelaskan, sektor pariwisata yang berkualitas dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih cepat. Menurutnya, wisatawan yang tertarik pada pariwisata jenis ini cenderung menghabiskan waktu lebih lama di DIY. “Menurut data kami, mereka bisa menginap hingga tiga malam dan banyak yang memilih hotel bintang lima,” ujarnya, Jumat (3/1/2024).

 Baca Juga: Mandek Setahun, Hotel Ganesha Purworejo di 2025 Dapat Rp 11 Miliar

Dia menyebut, Pemprov DIY mendorong dinas pariwisata untuk mengembangkan sektor ini menuju pariwisata yang lebih berkualitas. Sementara itu, sektor pariwisata massal akan diarahkan ke luar Kota Jogja. “Jika memungkinkan, ke daerah-daerah di luar DIY. Tujuannya memberikan ruang bagi wisatawan yang mencari pengalaman berkualitas di DIY,” katanya.

 

Tri Saktiyana (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIY)
Tri Saktiyana (Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov DIY)

Saktiyana memaparkan, konsep pengembangan pariwisata berkualitas mencakup pengenalan pantai-pantai baru di DIY dengan fasilitas akomodasi yang terbatas. Contohnya, pantai-pantai di Gunungkidul dan area dataran tinggi di Kulon Progo. “Itu tidak bisa untuk mass tourism. Kami sengaja menghindari akses bus besar ke sana, tapi mobil Alphard masih bisa masuk," ucapnya.

 Baca Juga: Satpol PP Kota Jogja Tangkap 135 Gepeng selama 2024, Berikut Titik-Titik Rawannya

Dia optimistis pengembangan quality tourism akan berhasil di DIY. Sebab Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat adanya tren peningkatan kunjungan wisata ke DIY dengan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.

 

Meskipun sektor transportasi udara mengalami penurunan, Saktiyana menilai hal tersebut telah ditutup dengan peningkatan penggunaan transportasi lain seperti kereta api. “Untuk pariwisata angkanya relatif lebih tinggi dibanding lima tahun," ujar Saktiyana.

 

Kepala BPS DIY Herum Fajarwati menyampaikan, jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) selama Januari sampai November 2024 sebanyak 34,29 juta perjalanan. Secara kumulatif, jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2019 lalu.

 Baca Juga: Bayar Seikhlasnya, MAJT An-Nuur Magelang Sediakan Ruang Khusus Menginap 

“Termasuk dibandingkan sebelum pandemi Covid-19 yang hanya mencapai 18,57 juta perjalanan," katanya.

 

Dia menyebut, wisnus selama Januari sampai November 2024 di DIY didominasi pergerakan antar wilayah provinsi. Artinya dari luar provinsi DIY ke DIY atau inter provinsi yang tercatat 20.800.543 perjalanan selama 2024. Sedangkan, intra provinsi antar daerah di DIY tercatat 13.489.993 perjalanan.

 

Berdasarkan tujuan kabupaten/kota, Sleman menjadi daerah paling banyak dikunjungi wisatawan selama 2024. Jumlahnya 36,45 persen atau sebesar 12.499.230 perjalanan. Adapun total se-DIY mencapai 34.290.536 perjalanan.

 

"Artinya yang ke Kabupaten Sleman lebih dari sepertiga dibandingkan kabupaten lain, sehingga Sleman sangat mendominasi. Tujuan kedua adalah Kota Jogja," beber Herum. (tyo)

 

 

Editor : Heru Pratomo
#Bus Besar #Kota Jogja #Kulon Progo #bps #Gunungkidul #Hotel #quality tourism #alphard #Tri Saktiyana #pantai