MUNGKID - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang sudah difungsikan sebagaimana mestinya sejak akhir Oktober 2024 lalu. Sejak itu, MAJT dibanjiri pengunjung dari berbagai daerah. Sebab mereka tidak hanya beribadah, tapi juga sekadar melihat megahnya bangunan tersebut.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Magelang Asfuri MS mengutarakan, MAJT juga menyediakan ruang khusus di lantai satu untuk menginap dengan kapasitas 200 orang. Pengelola pun tidak mematok tarif resmi jika ada pengunjung yang menginap. Namun, mereka bisa memberi infak seikhlasnya.
Dengan begitu, keberadaan MAJT ini harapannya tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas yang ada. "Kami persilakan, tapi kamar mandinya masih kurang. Tahun ini, pemprov akan menambah beberapa fasilitas lagi, termasuk kamar mandi," kata dia di kantornya, Jumat (3/1).
Masjid tersebut terdiri dari dua lantai dan dapat menampung sekitar 8.000 jemaah. Setelah dibuka, dia tidak menampik, jumlah kunjungan di MAJT semakin membludak. Rerata ada lebih dari 1.000 orang setiap hari biasa. Sedangkan saat hari libur, pengunjungnya lebih dari 5.000 orang.
Saat hari Jumat, jemaah juga membludak antara 5.000 hingga 6.000 orang. Selain dari Magelang dan Kedu Raya, pengunjung biasanya berasal dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, bahkan luar Jawa seperti Lampung. "Tidak hanya salat, mereka kadang juga istirahat, tidur, maupun mandi di sini," ujar Asfuri.
Selain itu, tingginya antusias pengunjung praktis berdampak pada ketersediaan lahan parkir. Tidak sedikit pengunjung yang memarkirkan kendaraannya di luar kompleks masjid karena tempat parkir sudah penuh.
Itu yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemprov untuk kembali memperluas area parkir.
Dia menambahkan, MAJT dibuka setiap hari mulai pukul 02.30 hingga 23.00 untuk hari biasa dan 24 jam untuk hari libur. Nantinya, setiap 1 Januari maupun 1 Sura, pengelola akan menyelenggarakan gerakan salat Subuh berjamaah. "Kemarin (1 Januari 2025), yang datang sekitar 6.000 orang," sebutnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo