Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menelusuri Museum Dirgantara Yogyakarta: Tempat Edukasi Sejarah Penerbangan Indonesia dengan Koleksi Pesawat Bersejarah dan Replika Ikonik

Izzatul Akmal Fikri • Kamis, 2 Januari 2025 | 20:20 WIB
Koleksi pesawat bersejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta menjadi saksi perjalanan panjang dunia penerbangan.
Koleksi pesawat bersejarah di Museum Dirgantara Yogyakarta menjadi saksi perjalanan panjang dunia penerbangan.

RADAR JOGJA - Museum Dirgantara Yogyakarta menjadi salah satu tujuan menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih jauh tentang sejarah penerbangan dan dunia dirgantara Indonesia.

Berlokasi di kompleks Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, museum ini menyimpan kisah panjang perjalanan Angkatan Udara Indonesia yang penuh prestasi dan sejarah gemilang.

Diresmikan pada 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara saat itu, Laksamana Roesmin Noerjadin, Museum Pusat TNI AU "Dirgantara Mandala" awalnya berlokasi di Jalan Tanah Abang Bukit, Jakarta.

Namun, demi mendekatkan museum ini dengan akar sejarah TNI AU yang banyak terukir di Yogyakarta, museum kemudian dipindahkan ke kota tersebut.

Koleksinya yang terus bertambah, terutama pesawat-pesawat bersejarah, menjadi alasan museum ini kembali dipindahkan ke lokasi saat ini.

Gedung bekas pabrik gula di Wonocatur, yang sempat digunakan sebagai gudang logistik pada masa pendudukan Jepang, dipilih sebagai tempat baru.

Setelah melalui proses renovasi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Ashadi Tjahjadi pada 1982, museum ini akhirnya diresmikan pada 29 Juli 1984 oleh Marsekal TNI Sukardi.

Kini, Museum Dirgantara berdiri megah dengan luas area mencapai 4,2 hektar dan bangunan seluas 8.765 meter persegi.

Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan koleksi luar biasa, seperti pesawat tempur dari era Perang Dunia II, pesawat pembom yang digunakan dalam perjuangan kemerdekaan, serta replika pesawat WEL-I RI-X yang merupakan pesawat pertama buatan Indonesia.

Koleksi lain yang tak kalah menarik meliputi helikopter, rudal, dan senjata udara lainnya.

Beberapa jenis pesawat ikonik yang dipajang adalah P-51 Mustang, B-25 Mitchell, MiG-17, hingga pesawat legendaris seperti Lavochkin La-11.

Museum ini juga baru saja menambah koleksi berupa prototipe bom hasil kerja sama dengan PT Pindad dan PT Sari Bahari yang digunakan untuk pesawat tempur modern seperti Sukhoi Su-30 dan F-16.

Tak hanya koleksi fisik, museum ini juga menawarkan pengalaman edukatif lewat diorama peristiwa sejarah, foto-foto tokoh penting, serta dokumen bersejarah yang menceritakan perjuangan dan perkembangan TNI AU.

Selain itu, pengunjung dapat memperluas wawasan mereka di perpustakaan yang menyimpan berbagai buku dan dokumen terkait dunia penerbangan Indonesia.

Dengan biaya masuk hanya Rp 6.000, Museum Dirgantara menjadi pilihan wisata edukatif yang terjangkau dan cocok untuk keluarga.

Museum ini buka setiap hari dari pukul 08.30 hingga 15.00 WIB.

Bagi para pecinta sejarah dan penerbangan, kunjungan ke museum ini adalah pengalaman tak terlupakan yang tak hanya menghibur tetapi juga memperkaya pengetahuan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sejarah penerbangan #museum dirgantara yogyakarta #wisata sejarah