Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Datang Pukul 06.45, Dua Wisatawan asal Jepang Jadi Pengunjung Pertama Candi Borobudur di 2025

Naila Nihayah • Kamis, 2 Januari 2025 | 03:55 WIB

 

SAMBUT PENGUNJUNG: Para pengunjung pertama Candi Borobudur mendapat sambutan hangat hingga suvenir dari jajaran manajer TWB, Rabu (1/1/2025).
SAMBUT PENGUNJUNG: Para pengunjung pertama Candi Borobudur mendapat sambutan hangat hingga suvenir dari jajaran manajer TWB, Rabu (1/1/2025).

 

 

MUNGKID - Mengawali tahun 2025, PT Taman Wisata Borobudur (TWB) memberikan apresiasi kepada lima pengunjung pertama di Candi Borobudur. Baik pengunjung domestik maupun mancanegara. Mereka diarak dengan menaiki delman hingga mendapatkan suvenir.

Sekitar pukul 06.45, lima pengunjung pertama disambut oleh jajaran manajer TWB di simpul gate, kompleks Museum dan Kampung Seni Borobudur. Lantas mereka mendapat pengalungan syal batik. Sudah ada beberapa delman yang dihias sedemikian rupa untuk membawa para pengunjung menuju area Marga Utama.

Di tengah perjalanan, rombongan pengunjung disambut oleh pasukan bregada. Dengan alunan musik dan gamelan khasnya, mereka turut mengiringi para pengunjung. Begitu tiba di area Marga Utama, mereka diminta untuk menanam pohon Bungur. Tidak hanya itu, para pengunjung juga mendapat suvenir.

Pengunjung asal Jepang Makoto mengaku baru kali pertama mengunjungi Candi Borobudur. Dia bersama pasangannya, Mutsumi Kaneko merasa senang karena menjadi pengunjung pertama hingga mendapat suvenir. "Terima kasih untuk penyambutan (pengunjung) pertamanya," ujar dia, Rabu (1/1/2025).

Dia menyebut, Candi Borobudur merupakan salah satu candi terbesar di dunia dan sudah terkenal di Jepang. Sehingga pada momentum tahun baru 2025 ini, dia menyempatkan datang ke Candi Borobudur. "Borobudur ini terbaik dan terkenal di Jepang. Saya memang ingin pergi ke sini," sambungnya.

Sementara itu, pengunjung asal Bandung Ekaprida tidak menyangka dan merasa tersanjung dengan penyambutan yang diberikan oleh TWB. Dia sengaja mengajak suami dan kedua anaknya untuk berlibur ke Candi Borobudur. "Kami merasa surprise mendapat kejutan ini. Kalau saya kedua kali ke Candi Borobudur, tapi itu sekitar 25 tahun yang lalu," paparnya.

Dia mengatakan, Candi Borobudur kini jauh lebih baik. Terlebih, sudah ada penataan kawasan candi yang membuatnya semakin bagus. Ekaprida berharap, kawasan Candi Borobudur akan terus berbenah demi menghadirkan layanan dan fasilitas yang baik kepada para pengunjung.

Direktur PT TWB Mardijono Nugroho mengutarakan, sudah menjadi tradisi untuk melakukan penyambutan pengunjung pertama di Candi Borobudur. "Tahun 2025 ini, kami menyambut pengunjung dengan memberikan syal dan kami antarkan dengan delman yang sudah dihias," ujarnya.

Baca Juga: Sudah DP Rp 2 Juta Tak Bisa Check In, Belasan Wisatawan Kena Tipu Booking Penginapan di DIY

Selain itu, kata dia, para pengunjung juga disambut oleh pasukan bregada. Sehingga dapat memberikan kesan dan pengalaman baru kepada pengunjung terkait budaya Jawa, khususnya di kawasan Borobudur. Mereka juga diajak untuk menanam pohon Bungur.

Mardijono menambahkan, pohon tersebut dipercaya sebagai tanaman yang tahan terhadap situasi dan kondisi apapun. Selain itu, penanaman pohon di kompleks Candi Borobudur selaras dengan tujuan utamanya sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan. "Kami juga memberikan suuvernir. Isinya tumbler, syal, dan merchandise lain," sebutnya. (aya)

Editor : Heru Pratomo
#TWB #Borobudur #marga #Makoto #PT Taman Wisata Candi Borobudur #Museum dan Kampung Seni Borobudur #suvenir #jepang #Wisatawan