RADAR JOGJA - Saatnya liburan, bingung mau ke mana?
Yogyakarta dapat menjadi salah-satu pilihan, apalagi bagi kamu yang gemar menantang diri dengan hal-hal mistis, maka harus coba menyambangi tempat-tempat berikut ini:
1. Rumah Pocong Sumi
Disebut Rumah Pocong Sumi karena konon tempat ini merupakan sebuah rumah yang konon dihuni oleh arwah gentayangan berbentuk pocong perempuan bernama Sumi.
Konon pocong Sumi sering menampakan diri untuk menakut-nakuti warga yang melintas di depan rumah tersebut.
Penampilan rumah yang merupakan bangunan lama, menambah kesan horor, sehingga disebut sebagai ‘rumah hantu’.
Rumah pocong sumi juga dikenal sebagai Omah Indische, merupakan rumah peninggalan zaman Belanda yang telah dibangun sejak 1860.
Awalnya rumah ini dihuni oleh pasangan suami istri yang salah-satu anak mereka, yaitu Muhammad Rasjidi menjadi Menteri Agama pertama Republik Indonesia.
Hingga pada tahun 1946 rumah ini ditinggalkan karena anak-anak mereka memutuskan untuk menetap di kota yang berbeda-beda.
Akhirnya rumah tersebut tidak ditempati dan terbengkalai selama bertahun-tahun.
Kemudian pada tahun 2006 setelah Gempa Jogja, Nono yang diamanatkan merawat rumah berinisiatif membersihkan rumah tersebut dan di saat yang sama keluarga Rasjidi datang untuk menilik rumah, sekaligus meminta Nono untuk merawat dan menjaga rumah.
Rumah Pocong Sumi terletak di Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang apabila dari kota Jogja berjarak kurang lebih 39 menit.
Baca Juga: Motor Dicuri Tetangga Gegara Tidak Dikunci Setang, Pelaku Terciduk lewat Remot Motor
Saat tiba di lokasi, anda akan disambut dengan bagian pagar bangunan yang terbuat dari beton setinggi setengah meter berwarna putih yang telah usang dengan aksen hitam dari pola batuan.
Menuju akses ke luar masuk rumah, pengunjung akan disambut dengan gerbang berdominasi warna hijau dan kuning yang mulai pudar ditimpa debu akibat perjalanan waktu.
Anda sudah memasuki halaman depan Rumah Pocong Sumi yang akan menyambut pandangan mata dengan jajaran pohon sejenis talas dan teh yang tumbuh di dekat pagar bagian dalam.
Selanjutnya anda dapat memasuki rumah bergaya bangunan Eropa dengan didampingi Nono sebagai pengurus rumah, pertama disambut oleh deretan jendela dengan daunnya terbuat dari kayu berwarna coklat.
Seluruh bangunan telah dijejaki tapak waktu, sehingga membuatnya nampak usang, lusuh, dan kuno.
Unsur ini justru menjadi suasana horor makin terasa dan jangan coba-coba menapaki ruangan sendirian bila tidak mau merinding.
Rumah ini dijuluki Rumah Pocong Sumi bermula dari kedatangan kru sebauh stasiun TV yang meliput tempat tersebut sebagai penunjang program mereka.
Salah seorang kru TV mengaku disambut oleh makhluk astral bernama Mbah Sumi.
Muncullah ide menamai tempat tersebut sebagai Rumah Pocong Sumi.
Adapun Omah Indische merupakan nama yang diberikan Bupati Bantul setelah peresmian Desa Jagalan sebagai desa wisata.
2. Pasanggrahan Sarjanawiyata
Masih berkonsep bangunan lama, destinasi wisata horor kali ini adalah sebuah bangunan lantai dua bernama Pesanggrahan Sarjanawiyata atau lebih dikenal Villa Putih Merapi.
Apabila anda ingin mengunjungi tempat ini dari kota Yogyakarta maka perlu menempuh waktu hampir satu jam.
Baca Juga: Batik Natal Motif Sinterklas dari Lendah Kulon Progo Diminati di Indonesia Timur
Saat tiba, anda akan disambut dengan keindahan alam pegunungan yang asri, kemudian menemukan kemegahan dari sebuah bangunan peninggalan Belanda di lereng Gunung Merapi yang berada tak jauh dari Goa Jepang, Kaliurang.
Tempat ini dikenal dengan beberapa nama, mulai dari Pasanggrahan Sarjanawiyata Taman Siswa, Vila Putih Merapi, dan Villa Grazenberg.
Dulunya villa yang memiliki banyak kisah mistis ini adalah tempat tinggal para pejabat Belanda yang dibangun pada tahun 1920 oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Kemudian setelah Belanda pergi dari Indonesia diambil alih oleh Keraton Yogyakarta dan digunakan sebagai balai pertemuan.
Pada tahun 1994 terjadi erupsi gunung merapi yang menyebabkan kerusakan dan terbengkalai selama 27 tahun.
Kepemilikan villa pada tahun 1953 beralih ke seorang guru besar UGM, Profesor Soedomo, dan sekarang berpindah menjadi milik Universitas Sarjanawiyata Taman siswa.
Sebaiknya mengunjungi villa ini pada pagi hari atau menjelang malam, biasanya waktu-waktu ini villa akan terasa lebih mencekam, terutama adanya kabut yang menyelimuti.
Tempat ini menguji adrenalin dengan penampakan makhluk astral, di antaranya adalah noni Belanda yang paling terkenal menempati kamar tidur di lantai atas yang sering menampakan diri melalui jendela.
Sosok laki-laki tua yang menghuni berbagai tempat mulai dari halaman, koridor, hingga kamar-kamar.
Sering terdengar suara-suara tanpa sumber yang jelas seperti langkah kaki, suara pintu yang dibuka-tutup, hingga tangisan.
Adapun tak jarang pengunjung merasakan kejadian aneh, seperti barang-barang bergerak sendiri, lampu yang mati dan menyala sendiri, sampai kerusakan peralatan elektronik.
Tempat-tempat ini sangat menarik untuk dikunjungi bagi para penikmat kisah mistis, tapi perlu diingat bahwa di mana kaki berpijak di situ langit dijunjung.
Artinya tetaplah menjaga etika dimanapun anda berada.
Baca Juga: Mengenal Karsi Widiawati, Mahasiswi Teknik Industri UGM yang Lakukan Studi dan Riset di Prancis
Saat berkunjung tetaplah berhati-hati dengan selalu menjaga pikiran dan kesehatan fisik, serta lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
(Marina Juliana; Berbagai Sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin