Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Berziarah Ditemani Pemandangan Karst, Inilah Gua Maria Tritis di Gunungkidul Yogyakarta

Iwa Ikhwanudin • Minggu, 22 Desember 2024 | 01:23 WIB
Gua Maria Tritis, Gunungkidul (ulasan Google @Nur Rianto)
Gua Maria Tritis, Gunungkidul (ulasan Google @Nur Rianto)

RADAR JOGJA - Salah satu wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Gunungkidul. Wilayah ini diberkahi pemandangan pantai dan laut yang membuat mata tak dapat melepaskan keindahannya. Namun, di wilayah ini juga dapat menjadi pilihan bagai umat katolik yang hendak berwisata religi di sela-sela liburan dengan berkunjung ke Gua Maria yang telah dikenal secara luas. Gua Maria ini bernama Gua Maria Peranta Wahyu atau dikenal dengan nama Gua Maria Tritis. Gua Maria ini sangat ramai dikunjungi oleh peziarah pada hari natal selain Gereja Ganjuran.

Gua Maria ini berada di area perbukitan kars, tepatnya di dusun dusun Bulu, Kalurahan Giring, Kapanewon Paliyan dan pengelolaannya di bawah naungan Paroki Wionosari. Dikarenakan terletak di area perbukitan kars, Gua Maria Tritis menggunakan gua alami dengan jenis horizontal. Hal dibuktikan dengan keberadaan banyak stalaktit di area sekitar patung dan altar untuk berdoa. Pada stalaktit inipun meneteskan air segar yang yang dapt ditampung dan dinikmati.

Sejarah dibangunnya Gua Maria Triris berawal dari cerita seorang anak SD bernama Sanjaya Giring kepada Romo AL Hardjasudarma SJ yang saat itu mengemban tugas di paroki Wonosari tentang keindahan gua dekat rumahnya. Pada kala itu pula Romo Hardjasudarma telah memiliki rencana membuat gua tiruan untuk Natal, segera berkunjung ke gua dimaksud begitu mendengar cerita anak itu.

Terkagum dengan keindahannya, Romo Hardjosudarma pun menemui dan meminta izin kepada Kepala Desa Giring untuk menjadikan gua tersebut sebagai Gua Maria sebagai tempat umat untuk berdoa. Kepala desa pun menyetujuinya. Patung Maria akhirnya diletakkan di Gua Tritis untuk pertama kalinya pada tanggal 30 September 1977. Di tanggal yang sama, Gua Maria tersebut diberkati dan diresmikan oleh Romo Zahweh SJ dengan bantuan Romo Karta Sudarma Pr.

Gua Maria Tritis berkali-kali berganti patung Bunda Maria hingga tahun 1992 bersamaan dengan pembangunan stasi atau akses Jalan Salib. Gua Maria Tritis kembali diresmikan pada tahun 2006 oleh Paroki Kelor. Seperti pada Gua Maria umumnya, di depan patung, disediakan banhyak tataan lilin bagi umat yang ingin menyalakan lilin agar semakin berfokus dalam berdoa. Tersediakuris panjang untuk duduk.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Gua Maria Tritis juga dibangun akses Jalan Salib. Patung dan ornamen akses ini hampir seukuran manusia. Selain itu, setiap perhentian peristiwa hingga sampai ke puncak Golgota dan makam Yesus, jalanannya dibuat semakin naik. Hal ini dapat membuat umat semakin menghayati peristiwa Salib Penebusan seakan turut hadir dalam peristiwa tersebut. Dalam satiap perjalanan pun disuguhi pemandangan indah yang bersal dari Gunungsewu dengan bukit, kebun jati, dan sawah.

Pengelola Gua Maria Tritis juga menyediakan mobil antar jemput yang dikhususkan untuk lanjut usia dan disabilitas sebagai penerapan ajaran cinta kasih kepada sesama. Selain itu, kebersihan tempat sangat begitu berjaga. Salah satunya toilet, di mana tersedia sandal dengan berbagai ukuran sebelum masuk toilet agar lantai tetap bersih yang tentu saja harus dikembalikan setelah digunakan.

Apabila ingin makan dan minum, di area dekat parkir terdapat stan-stan UMKM milik warga yang menjual berbagai makanan dan minuman, termasuk makanan khas Gunungkidul seperti tiwul. Terdapat pula toko-toko yang menjual alat ibadah maupun aksesoris religi seperti kalung salib, gelang Salib, Rosario, buku doa, dan lain-lain.

Demikian informasi tentang Gua Maria Tritis yang cocok dijadikan pilihan wisata religi Natal tahun ini bersama keluarga.

Tempatnya begitu sejuk hingga semain tenang untuk berdoa secara khusyuk.

(Anastasia Srinovanda Cahyaningrum)

sumber: berbagai sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Gua Maria Tritis #wisata gunungkidul #wisata religi #wisata kulon progo