RADAR JOGJA - Museum Kapal Samudraraksa di kawasan Candi Borobudur menawarkan pengalaman wisata edukasi yang sarat sejarah.
Resmi dibuka pada 31 Agustus 2005, museum ini menjadi saksi kejayaan maritim Nusantara di masa lampau.
Begitu memasuki museum, pengunjung akan langsung disambut oleh replika Kapal Samudraraksa yang megah.
Kapal ini dibangun secara tradisional di Sumenep, Madura, tanpa menggunakan motor penggerak, cat pernis, ataupun paku.
Sebagai gantinya, simpul tali dari serat nanas dan ijuk dirancang dengan kekuatan tinggi untuk merekatkan bagian-bagian kapal.
Nama Samudraraksa sendiri berarti "pelindung lautan" filosofi ini seakan menggambarkan peran kapal tersebut dalam perjalanan maritim yang luar biasa.
Pada 15 Agustus 2003, Kapal Samudraraksa memulai ekspedisi besar dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, mengarungi lautan hingga akhirnya tiba di Pelabuhan Tema, Ghana, Afrika, pada 23 Februari 2004.
Perjalanan ini tidak hanya membuktikan kekuatan kapal, tetapi juga menghidupkan kembali sejarah pelayaran nenek moyang bangsa Indonesia yang terpahat di relief Candi Borobudur.
Museum ini tidak hanya menampilkan replika kapal, tetapi juga memberikan pengalaman interaktif yang memukau.
Sinema digital dengan layar raksasa sepanjang 115 meter dan lantai LED menawarkan cara baru untuk memahami sejarah maritim.
Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas loker barang, spot foto menarik, serta pemandu museum yang siap memberikan informasi mendalam.
Dengan harga tiket terjangkau, yaitu Rp 42.500 untuk anak-anak atau pelajar dan Rp 65.000 untuk dewasa, museum ini menjadi destinasi edukasi sekaligus rekreasi yang layak dikunjungi.
Destinasi ini cocok untuk mengisi liburan akhir tahun Anda bersama keluarga, untuk menambah wawasan sejarah kemaritiman Indonesia.
Jam operasional Museum Kapal Samudraraksa dimulai dari pukul 08.00 pagi hingga 15.30 WIB setiap hari.
Lokasinya yang berada di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, membuat museum ini mudah diakses oleh wisatawan lokal maupun internasional.
Berjalan-jalan di museum ini tidak hanya memberikan wawasan tentang sejarah maritim, tetapi juga memperlihatkan betapa hebatnya teknologi pelayaran tradisional Indonesia.
Relief kapal di dinding Candi Borobudur menjadi inspirasi utama pembuatan Kapal Samudraraksa.
Kapal ini dirancang untuk membuktikan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah mampu menyeberangi samudra luas dengan teknologi sederhana.
Keberhasilan replika kapal ini mendarat di Afrika membuktikan bahwa bangsa Indonesia telah lama menjadi pelaut ulung dan pedagang yang tangguh di era klasik.
Mengunjungi Museum Kapal Samudraraksa adalah perjalanan yang membawa pengunjung kembali ke masa kejayaan Nusantara.
Museum ini tidak hanya memamerkan warisan budaya, tetapi juga menanamkan kebanggaan akan sejarah maritim Indonesia yang mendunia.