Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Identik dengan Pangeran Diponegoro, Goa Selarong Destinasi Sejarah Perjuangan Miliki Air Terjun Musiman 

Khairul Ma'arif • Minggu, 15 Desember 2024 | 12:50 WIB
Sudut-sudut Goa Selarong yang dapat dijadikan tempat foto yang patut diunggah ke media sosial pribadi. 
Sudut-sudut Goa Selarong yang dapat dijadikan tempat foto yang patut diunggah ke media sosial pribadi. 

BANTUL - Goa Selarong menjadi satu di antara sekian jujugan wisata di Kabupaten Bantul. Letaknya di Guwosari, Pajangan, Bantul tidak terlalu jauh diakses dari pusat Kota Jogja.

Bisa menjadi alternatif destinasi yang patut dikunjungi wisatawan saat momen natal dan tahun baru (Nataru) yang sudah di depan mata. Apalagi masuki musim penghujan seperti ini terdapat air terjun musiman yang hadir karena debit air melimpah. 

Adyatama Kepariwisataan dan Ekraf Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, Goa Selarong merupakan destinasi wisata yang memiliki nilai sejarah perjuangan yang tinggi.

Itu lantaran dahulu lokasi ini menjadi tempat Pangeran Diponegoro dalam mengatur strategi melawan penjajah. "Air terjunnya bisa dinikmati dengan bermain air asal hujannya tidak begitu deras," katanya, Jumat (13/12). 

Air terjun tersebut masih ada sampai dua bulan pascamusim hujan. Pria yang biasa disapa Ipung ini mengungkapkan, air terjun akan menjadi lebih indah ketika musim hujan sudah mulai mereda. "Dinikmatinya dalam bahasa Jawa keceh," sambungnya. 

Terdapat dua goa yakni Goa Putri dan Goa Kakung yang berdampingan. Untuk mengaksesnya harus melewati anak tangga yang jumlahnya bisa mencapai ratusan. Untuk para pecinta sejarah, Goa Selarong sangat wajib untuk dikunjungi.

 

Atau bagi yang sekadar ingin mengetahui perjuangan Pangeran Diponegoro destinasi ini wajib direkomendasikan. Itu karena ada beberapa peninggalan Pangeran Diponegoro dan pasukanya. "Seperti umpak atau semacam batu yang tengahnya berlubang yang diyakini dahulu tempat minumnya kuda Pangeran Diponegoro," bebernya. 

Udaranya segar cocok untuk wisatawan perkotaan yang banyak menghirup polusi udara. Ipung mengungkapkan, tiket masuknya terjangkau hanya Rp 10 ribu untuk satu orang. 

Lurah Guwosari Masduki Rahmad menambahkan, objek wisata Goa Selarong tentu berdampak terhadap perekonomian warganya.

Meskipun memang masih sedikit warganya yang berjualan sekitar tiga sampai empat penjual. "Harapan kami Goa Selarong bisa lebih optimal lagi dampaknya terhadap perekonomian," ungkapnya. 

Sinergi akan terus dilakukan utamanya dengan Dispar Bantul sebagai pengelola. Tujuannya tentu agar menambah perluasan dampak apalagi khususnya bagi Kalurahan Guwosari. (rul/pra)

Editor : Heru Pratomo
#umpak #Goa Selarong #kuda #Bantul #Pangeran Diponegoro #air terjun