Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

5 Wisata Air Terjun di Yogyakarta: Surga Tersembunyi Tanah Istimewa yang Wajib Dijelajahi

Meitika Candra Lantiva • Sabtu, 30 November 2024 | 20:18 WIB
Pesona wisata air terjun di Yogyakarta.
Pesona wisata air terjun di Yogyakarta.

RADAR JOGJA - Yogyakarta tidak hanya dikenal dengan warisan budaya dan sejarahnya, tetapi juga kekayaan alam yang memukau.

Salah satu daya tarik alam yang layak dijelajahi adalah deretan air terjun yang tersebar di berbagai sudut wilayah ini.

Air terjun di Jogja menawarkan keindahan alam yang memanjakan mata sekaligus memberikan suasana sejuk dan menenangkan.

Berikut pesona 5 destinasi air terjun yang ada di Yogyakarta.

1. Kembang Soka Kulon Progo

Kembang Soka dikenal sebagai air terjun “dua wajah” karena terdiri dari dua aliran air terjun yang berbeda.

Satu aliran berasal dari Sungai Mudal, sementara yang lainnya dari Sungai Miri.

Kedua aliran ini bertemu di kolam besar di bawahnya. Menciptakan pemandangan yang menakjubkan.

Salah satu keunikan dari Kembang Soka adalah airnya tidak pernah surut, bahkan selama musim kemarau karena mendapat pasokan air yang konsisten dari sumber mata air di sekitarnya.

Air terjun ini berada di lembah sungai hamparan perbukitan Menoreh. Memberikan suasana sejuk dan alami.

Udara segar dan pemandangan hijau di sekitarnya menjadikan tempat ini ideal untuk bersantai dan menikmati alam.

Untuk mencapai air terjun, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 200 meter dari area parkir melalui jalan setapak dan jembatan kayu yang melintasi tepat di depan air terjun.

Menambah pengalaman menarik saat menuju lokasi.

2. Ekowisata Sungai Mudal Kulon Progo

Nama Mudal dalam bahasa Jawa berarti “keluar”, yang merujuk pada sumber air yang terus mengalir sepanjang tahun.

Airnya sangat jernih dan berwarna biru kehijauan. Memberikan pemandangan yang menakjubkan bagi pengunjung.

Ekowisata Sungai Mudal terletak di Pegunungan Menoreh yang dikelilingi oleh hutan hijau yang rimbun dan udara segar.

Terdapat beberapa air terjun kecil di sepanjang sungai.

Air terjun utamanya memiliki ketinggian sekitar 17 meter.

Air terjun ini dikelilingi oleh taman indah dan kolam alami.

Sungai Mudal menyediakan kolam pemandian alami yang cocok untuk berenang dan bermain air.

Selain berenang, pengunjung juga bisa menikmati berbagai wahana outbound, seperti flying fox dan tree top untuk anak-anak.

3. Sri Gethuk Gunungkidul

Nama Sri Gethuk berasal dari mitos lokal yang menyebutkan bahwa suara ketukan gamelan kerap terdengar di sekitar air terjun saat musim hujan.

Konon, suaranya berasal dari makhluk halus atau jin yang menghuni daerah tersebut.

Air terjun ini juga memiliki sejarah dengan Kerajaan Mataram, dimana para pembesar Mataram menggunakan jalur ini untuk bersembunyi dan bertransaksi selama masa penjajahan Belanda.

Sri Gethuk dikelilingi oleh tebing-tebing kapur yang menjulang tinggi. Ketinggian air terjun mencapai 50 meter.

Aliran airnya berasal dari tiga mata air; Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul.

Untuk sampai di lokasi air terjun, pengunjung harus menyusuri sungai dengan perahu gethek (perahu tradisional) sekitar 450 meter.

Air terjun ini menawarkan berbagai aktivitas seru, seperti body rafting di sungai Oya serta cliff jumping dari tebing ke kolam alami di bawahnya.

Ada juga flying fox yang memungkinkan pengunjung meluncur di atas air terjun. Memberikan pengalaman tersendiri saat menikmati pemandangan alam dari ketinggian.

4. Grojogan Watu Purbo Sleman

Grojogan Watu Pubo awalnya dibangun sebagai sabo dam untuk menahan lahar dingin Gunung Merapi pada tahun 1975.

Kemudian, masuk di tahun 2017, masyarakat setempat mulai mengembangkan lokasi ini menjadi objek wisata.

Dan pada tahun 2019, Grojogan watu Purbo resmi dibuka untuk umum. Hal ini menunjukkan bagaimana fungsi dari fungsional bisa diubah menjadi daya tarik wisata.

Keberhasilan ini menjadi cerminan semangat gotong royong dan kreativitas warga.

Grojogan Watu Purbo terdiri dari enam tingkat terasering yang membentuk air terjun bertingkat.

Desain ini tidak hanya estetis tetapi juga berfungsi sebagai sistem pengendalian aliran lahar dari Gunung Merapi.

Di lokasi air terjun, pengunjung bisa menikmati pemandangan indah Gunung Merapi, terutama saat cuaca cerah.

5. Lepo Bantul

Air Terjun Lepo terdiri dari tiga air terjun yang mengalir ke dalam empat kolam.

Masing-masing memiliki kedalaman yang berbeda. Kolam pertama memiliki kedalaman sekitar 2 meter, biasa digunakan oleh remaja dan orang dewasa.

Kolam kedua lebih dangkal dan lebih luas, cocok untuk anak-anak bermain air.

Adapun kolam ketiga menjadi kolam terdangkal dengan dasar yang terlihat jelas dari permukaan.

Dan kedalaman kolam keempat sama seperti kolam pertama, hanya saja lebih sempit.

Lepo dikelilingi oleh tebing-tebing kapur yang tersusun rapi. Air di kolamnya sangat jernih dengan warna hijau kebiruan.

Lingkungannya pun masih terjaga keasriannya dengan pepohonan hijau yang mengelilingi area tersebut.

Air terjun di Jogja bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga oase ketenangan yang menawarkan pengalaman tak terlupakan.

Dari gemuruh aliran air terjun yang menenangkan hingga pemandangan alam yang memukau, setiap air terjun memiliki pesona dan keunikan tersendiri. (Ruhana Maysarotul Muwafaqoh)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dijelajahi #Yogyakarta #destinasi #wisata air terjun #Wisata #Tanah Istimewa #surga tersembunyi #air terjun #Jogja