MAGELANG - Sejumlah pengunjung tampak menepikan motornya di samping kebun stroberi, tepatnya di Dusun Pelem, Wonolelo, Sawangan. Mereka nampaknya tertarik dengan sebuah papan bertuliskan 'petik sendiri'. Mereka ingin mencoba sensasi memetik buah stroberi secara mandiri dan mencoba langsung dari tanamannya.
Begitu mendapat keranjang kecil, pengunjung mulai menyisir tanaman stroberi. Mereka mencari buah yang sudah berwarna merah dan memetiknya. Di kebun yang cukup luas itu, mereka hanyut dengan aktivitasnya mencari buah stroberi yang masak. Tak ayal, petik stroberi sendiri itu menjadi destinasi yang diburu pengunjung.
Pemilik kebun stroberi Parmidi menyebut, lokasi kebunnya dekat dengan wisata Negeri Kahyangan. Sehingga banyak pengunjung yang berlalu lalang melewati kebun tersebut. Peluang itu dimanfaatkan Parmidi untuk menarik pengunjung dan mendatangkan cuan.
Baca Juga: Bawaslu Purworejo Kembali Terima Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye, Kini terkait Politik Uang
Semula, kata dia, kebun itu ditanami loncang dan sawi. Lambat laun, dia tertarik untuk menggantinya dengan menanam buah stroberi dengan media pot dan mulai belajar secara autodidak. Lantas, Parmidi mulai menanam sekitar 40 pot tanaman stroberi sekitar Juni 2024.
Selang dua bulan, tanaman tersebut sudah berbuah. Lantaran sudah berbuah, ada pengunjung dari Negeri Kahyangan yang mampir ke kebunnya dan ingin membeli. Kebetulan, Parmidi tengah berada di kebun dan dia mengizinkan pengunjung itu memetik sendiri stroberinya.
Sejak saat itu, Parmidi mulai membuka kebunnya menjadi destinasi wisata. Siapapun diperbolehkan datang, entah sekadar untuk berfoto atau membeli stroberi miliknya. "Panennya setiap hari. Kalau jumlah potnya, saya nggak ngitung. Tapi, satu larik (baris) ada sekitar 20-22 pot," ujarnya, Jumat (8/11).
Baca Juga: Ekspor DIY di September 2024 Meningkat Secara Tahunan, Amerika Serikat Masih Jadi Tujuan Utama, Australia Naik Signifikan
Sedikit demi sedikit, dia mulai menambah jumlah potnya hingga menjadi ratusan. Pengunjung dibebaskan memetik buah stroberi secara langsung. Setelah puas, barulah hasilnya akan ditimbang. Parmidi menyebut, satu ons buah stroberi dihargai Rp 10 ribu.
Biasanya, lanjut Parmidi, masa ramai akan terjadi pada hari libur, Sabtu dan Minggu. Ia membuka kebunnya mulai pukul 09.00 hingga 18.00. Saat ditanya pendapatan per hari, dia mengaku, tidak menentu. "Kalau libur, kadang Rp 300 ribu, kadang Rp 400 ribu," lontarnya. (aya)