MAGELANG - Nantinya, keberadaan Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang tidak sekadar tempat untuk transit atau naik-turun penumpang. Tetapi menjadi tempat edukasi dan gerbang menuju destinasi-destinasi wisata di Kota Magelang dan sekitarnya.
Sebab Terminal Tidar akan menjadi portal utama e-ticketing antarmoda agar mempermudah penumpang memesan tiket transportasi. Sistem tersebut akan terintegrasi dengan berbagai moda lainnya untuk mendukung sektor pariwisata di Magelang.
Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Irjen Pol Risyapudin Nursin mengapresiasi pelayanan khusus wisata di Terminal Tidar ini sebagai inovasi yang diharapkan bermanfaat bagi masyarakat.
"Saya menyambut baik pelayanan Terminal Tidar ini, khusus wisata, dan pelayanan-pelayanan berbasis digital, yang bisa digunakan oleh masyarakat," katanya usai meluncurkan website e-ticketing terpadu di Terminal Tipe A Tidar Kota Magelang, Minggu (6/10).
Baca Juga: Hasil Juventus vs Cagliari: Penalti Razvan Marin Gagalkan Kemenangan Didepan Mata Bianconeri
Terlebih, Kota Magelang memiliki potensi wisata, seperti wisata religi, budaya, militer, dan sejarah. Hal itu dapat daya tarik tersendiri. Ditambah dengan ragam kuliner khas, seperti kupat tahu, sop senerek, dan sebagainya.
Dikatakan Aziz, exit tol Jogja-Bawen yang rencananya akan dibuka di sekitar Terminal Tidar, juga menjadi nilai tambah. Masyarakat akan lebih mudah mengakses tempat-tempat wisata dan daerah tujuan lainnya.
"Adanya exit tol, jadi nilai tambah, jadi 'pintu' ke tempat wisata-wisata pakai angkutan khas, misalnya mobil VW. Jadi lebih efektif ketika dalam satu jalur bisa ke banyak titik tujuan," imbuhnyaa.
Hal penting lainnya, keberadaan Terminal Tidar ini memiliki multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya. Yakni peningkatan pendapatan melalui aktivitas perdagangan maupun orang-orang yang bekerja di terminal. (aya)
Editor : Heru Pratomo