Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kunjungi Borobudur, Menteri BUMN Pastikan Situs Warisan Budaya Dikelola Berbasis Spiritual, Budaya dan Edukasi

Naila Nihayah • Rabu, 2 Oktober 2024 | 05:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Museum dan Kampung Seni Borobudur, Selasa (1/10).
Menteri BUMN Erick Thohir mengunjungi Museum dan Kampung Seni Borobudur, Selasa (1/10).

RADAR JOGJA – Menteri BUMN Erick Thohir kunjungi kawasan Borobudur untuk memastikan perkembangan transformasi yang bertujuan menjadikan situs warisan dunia ini sebagai destinasi wisata spiritual, budaya, dan edukasi kelas dunia.

Erick Thohir menekankan setelah pengelolaan diberikan kepada Injourney melalui Perpres Nomor 101 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Kompleks Candi Borobudur sebagai upaya penataan dan pelestarian cagar budaya Indonesia. Dirinya memastikan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar.

“Borobudur adalah warisan dunia yang harus kita kelola dengan visi yang jelas dan komitmen yang kuat. Pengembangan ini tidak hanya untuk pariwisata, tetapi juga untuk menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya UMKM. Kita ingin memastikan semua pihak mendapatkan manfaat,” ujar Erick Thohir Selasa (1/10/2024).

Baca Juga: Berawal Debat di Medsos soal Rumah Dinas Bupati Kebumen, Berakhir dengan Intimidasi dan Tamparan

Baca Juga: Empat Perusahaan Tutup, 633 Pekerja Di-PHK di Kulon Progo, Naik Empat Kali Lipat dari Tahun Lalu

Menteri BUMN ini juga menambahkan, “Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita untuk melestarikan dan mengoptimalkan potensi Borobudur bagi masa depan Indonesia dan generasi mendatang, serta berkomitmen untuk mewujudkan ini sebagai destinasi global yang membawa manfaat berkelanjutan", tambahnya.

Erick Thohir juga menyoroti dampak langsung dari pengembangan kawasan Borobudur terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Peningkatan jumlah pengunjung dan optimalisasi kawasan Borobudur memberikan dorongan bagi pelaku usaha lokal, khususnya yang terlibat dalam Museum dan Kampung Seni Borobudur, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing mereka di sektor ekonomi kreatif.

Selain dampak ekonomi, pengembangan Borobudur juga mencakup transformasi museum-museum di kawasan ini menjadi pusat pendidikan dan budaya yang lebih dinamis. Museum Borobudur kini dirancang untuk memperlihatkan nilai-nilai yang membentuk peradaban Indonesia.

Baca Juga: KONI DIY Beri Dukungan untuk NPCI DIY Agar Bisa Meraih Prestasi Maksimal di Peparnas XVII Solo 2024

Baca Juga: Leonard Tupamahu Akui Berat Perjalanan PSS Sleman di Musim Ini, Segera Lakukan Evaluasi

"Museum ini harus dilihat sebagai bagian dari cerita besar bangsa kita. Mereka bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi representasi dari kekayaan nilai dan budaya Indonesia yang perlu dipromosikan kepada dunia,” tambah Erick Thohir di tengah-tengah kunjungannya kali ini.

Pemerintah juga terus berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas wisatawan internasional dengan membuka rute penerbangan langsung ke Yogyakarta. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Borobudur sebagai destinasi internasional dan mendorong wisatawan mancanegara untuk lebih mudah mengakses situs ini.

Dalam aspek keberlanjutan, pengembangan Zona 2 yang mencakup Heritage Park seluas 60,89 hektar menekankan pada pelestarian situs dan ekosistemnya. Borobudur akan memiliki berbagai klaster seperti Borobudur Spiritual Sanctuary (BSS) dan Taman Flora & Nursery, yang menggabungkan wisata spiritual, edukasi, dan budaya.

“Pengembangan ini harus selalu sejalan dengan pelestarian lingkungan dan nilai sejarah Borobudur, sesuai dengan rekomendasi UNESCO untuk menjaga Outstanding Universal Value (OUV) situs ini,” Tutup Erick.

Editor : Heru Pratomo
#candi #kawasan Borobudur #Erick Thohir #InJourney #tata kelola #Menteri BUM Erick Thohir