MUNGKID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan kunjungan di Museum dan Kampung Seni Borobudur, Selasa (1/10). Dia ingin memastikan seluruh bangunan dan fasilitas di sana, benar-benar layak untuk diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
Dia menyatakan, Museum dan Kampung Seni Borobudur merupakan wujud kerja nyata dari kerja sama beberapa kementerian dalam menata kawasan Borobudur. Karena menurutnya, sebuah wilayah harus dikelola secara bersama-sama dalam satu visi yang sama.
"Ini pertama kali kawasan Borobudur dikelola satu pintu. Jadi, untuk Kemendikbudristek, Kemenparekraf, Kemenag, maupun pemerintah daerah menyerahkan koordinasinya di kami, BUMN," ujarnya.
Meski mendapat amanah tersebut, dia tidak ingin jemawa. Sebab berkat kerja sama tersebut, kawasan Borobudur dapat tertata rapi dan para pelaku UMKM dapat menikmatinya. Termasuk di kompleks Candi Borobudur yang saat ini juga tengah ditata.
Baca Juga: Mau Langsing Tapi Nggak Mau Ngeluarin Banyak Uang? Coba Tips Ini!
Dengan begitu, keberadaan Candi Borobudur benar-benar menjadi destinasi pariwisata yang berbasis spiritualisme, kebudayaan, dan edukasi. "Kita bisa pelajari di Museum Borobudur yang baru saja dibangun gratis," terangnya.
Menurutnya, Candi Borobudur tidak hanya dipandang sebagai peninggalan sejarah saja. Tetapi ada value atau nilai masyarakat Indonesia yang sudah dibangun sejak dulu. "Ini menunjukkan negara kita yang mayoritas penduduknya Islam, bisa bersahabat dengan semua agama di bawah payung Pancasila," imbuhnya.
Bahkan, BUMN melalui InJourney telah menjalin MoU dengan maskapai Thai Airways yang memungkinkan adanya penerbangan dari Bangkok ke Yogyakarta. Hal ini akan membuka akses lebih luas bagi wisatawan internasional, khususnya dari Asia Tenggara untuk datang dan menikmati Borobudur.
Erick mengatakan, kondisi itu praktis dapat berpotensi meningkatkan pariwisata ke depannya. Sehingga kunjungan wisata, tetutama di Candi Borobudur dapat melampaui kunjungan di negara-negara lain, seperti Malaysia dan Thailand.
"Kami hanya membantu kontekstual bagian dari infrastruktur dan pelayanannya. Kita tidak bermaksud melangkahi berbagai kementerian. Tetapi ini memang harus disatukan dan hasilnya luar biasa," lontarnya.
Saat disinggung soal rencana peresmian kawasan Borobudur oleh Presiden Joko Widodo, dia tidak mengetahuinya. Yang pasti, lanjut dia, penataan kawasan Borobudur ini menjadi satu hal yang menjadi impian semua pihak lebih dari 10 tahun. (aya)
Editor : Heru Pratomo