Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jadi Bagian Unesco, Geopark Kebumen Tak Sekadar Batuan tapi Juga Nguri-uri Isi Bumi

Muhammad Hafied • Jumat, 27 September 2024 | 15:30 WIB

 

 

PANORAMA : Keindahan bentang alam Pantai Pedalen yang berada di kawasan Geopark Kebumen.
PANORAMA : Keindahan bentang alam Pantai Pedalen yang berada di kawasan Geopark Kebumen.

 

 

 

KEBUMEN - Keberadaan Geopark Kebumen dipastikan akan membawa dampak positif bagi daerah. Hal tersebut tak lepas karena geopark sendiri sebagai instrumen penting dalam mewujudkan konsep pariwisata berkelanjutan.

Kabid Pengembangan Pariwisata pada Disparbud Kebumen Herlina Januarita mengungkapkan, ada tiga aspek yang ditawarkan Geopark Kebumen. Meliputi konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi.

Dari tiga hal tersebut ia yakin Geopark Kebumen mampu menjadi perhatian dunia. Terlebih, saat ini Geopark Kebumen sudah diakui sebagai bagian dari Unesco. "Kami ambil Geopark menjadi sarana wisata berkelanjutan. Salah satu caranya lewat eduwisata," katanya, Kamis (26/9).

Baca Juga: Dilarang Kampanye di Alun-Alun Wonosari, Kegiatan di Kampus Harus Seizin Penanggung Jawab Perguruan Tinggi

Baca Juga: Menjelajahi Telaga Madirda: Keindahan Memukau di Kaki Gunung Lawu yang Memikat Wisatawan, Ini Mitos dan Legendanya

Menurutnya, legitimasi dari Unesco akan menjadi daya tawar tersendiri. Kondisi ini membuat sektor pariwisata di Kebumen berpeluang besar dapat dikenal masyarakat internasional. "Prinsipnya, geopark itu bukan cuma bicara geologi atau batuan. Tapi juga nguri-uri isi bumi. Ada kultur, sosial, flora, fauna dan sebagainya," ungkap Herlina.

Ia menerangkan, tantangan sektor pariwisata memang tidak mudah. Belum lagi prinsip pengelolaan pariwisata dihadapkan dengan persaingan cukup ketat. Namun, ia tak khawatir sebab di Kebumen sudah punya nilai positif tersendiri atas kekayaan hamparan alam yang dimiliki.

"Wisata di geopark ini banyak bersifat konservasi alam. Seperti hutan mangrove di Kecamatan Ayah. Sudah ditiru banyak daerah lain. Dampak ekonomi dan alam semua dapat," terangnya.

Sementara itu, Pjs Bupati Kebumen Boedyo Dharmawan mengapresiasi karena Geopark Kebumen kini menjadi ikon yang dikenal dunia. Strategi terdekat pihaknya sedang menyiapkan satu regulasi sebagai payung hukum agar pengelolaan Geopark Kebumen lebih terukur dan terarah.

Baca Juga: Mengenal Fitri Arofiati, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta: Siap Menerima Penghargaan dari Raja Thailand

Baca Juga: Waspada! Dinkes Kota Jogja Catat Ada 227 Kasus Demam Berdarah Dengue DBD di Periode Januari-September 2024

"Tantangan ke depan semakin berat, maka harus dipersiapkan. Dalam waktu cepat ini harapan kami ada progres yang baik," jelasnya.

Boedyo yang juga Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah itu juga sepakat untuk bersinergi terkait optimalisasi pengembangan Geopark Kebumen. Menurutnya, program yang akan dicanangkan di kawasan Geopark Kebumen harus linier, mulai dari tataran pemerintah pusat hingga kabupaten. "

Di 2025, kami di Dinas ESDM siap mendukung kepentingan pengembangan Geopark Kebumen selanjutnya. Tentu saja akan bersinergi," katanya. (fid)

 

Editor : Heru Pratomo
#geopark #kebumen #Nguri-uri #eduwisata #Batuan #Wisata #bumi #geologi #UNESCO