JOGJA - Pasar Lawas Mataram Kotagede kembali digelar di kompleks Masjid Mataram Kotagede, 20-23 September 2024. Even ini melibatkan 56 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa menjual produk tradisionalnya di pasar yang lebih luas.
Pasar Lawas Mataram tahun ini merupakan penyelenggaraan kali kelima sejak 2017. Pada saat pandemi Covid-19, even ini sempat terhenti dan mulai kembali di tahun 2022 hingga sekarang.
Ketua panitia acara Muhammad Fauzan mengatakan, even ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya, khususnya jajanan lawas, kesenian dan kebudayaan yang saat ini mulai terkikis. Selain itu, pasar lawas menjadi momentum sebagai wadah pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi UMKM.
"Penyelenggaranya dari warga Jagalan yang meliputi pedagang dan panitianya," ujarnya di sela acara kemarin (20/9).
Baca Juga: Usai Kalahkan Arema FC, Ini Posisi PSS Sleman di Tabel Klasemen Liga 1, Sukses Geser Madura United
Baca Juga: Remasterplan Kawasan Candi Borobudur, InJourney Destination Management (IDM) Siapkan Hal Ini
Secara administrasi, Jagalan masuk wilayah Kabupaten Bantul. Namun karena di sana terdapat makam raja-raja Mataram Islam, lantas acara digelar di kompleks Masjid Mataram Kotagede. "Salah satunya melestarikan cagar budaya Jogjakarta," tuturnya.
Tema yang diambil pada penyelenggaraan Pasar Lawas Kotagede 2024 yakni 'Tepung, Srawung, Dunung'. Tema ini lekat dengan pemaknaan kerukunan masyarakat dengan bersosialisasi. "Tepung itu mengenal, srawung itu bersosialisasi dan dunung artinya tempat. Mengenal, bersosialisasi dan tahu tempat," jelasnya.
Ke-56 tenan terdiri atas UMKM dan kelompok masyarakat yang mayoritas dari Jagalan. Mereka menjajakan berbagai macam makanan dan permainan tradisional. "Salah satunya kipo, makanan khas Kotagede," bebernya. Selain itu beberapa makanan tradisional lainnya seperti mi lethek, kicak, sate kere dan aneka jenang.
Salah seorang pengunjung Nanda Septianto mengakui ia penasaran datang ke pasar tersebut. Selain itu juga ingin mencoba makanan-makanan tradisional yang menurutnya sudah jarang ditemukan.
"Memang saya senang nostalgia, apalagi di area Masjid Mataram Kotagede, mengingatkan saya semasa SMA," ujar alumni SMA Muhamadiyah 4 Jogja ini.
Menurutnya, penyelenggaraan even seperti ini cocok di daerah Jogjakarta. Selain terkenal sebagai kota budaya, even ini juga potensial membantu para pelaku UMKM. "Saya yakin para mahasiswa pasti banyak datang nantinya, apalagi dari luar kota," katanya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo