Ada Tol Jogja Bawen dan YIA, Luhut: Dua Juta Wisman Bisa Kunjungi Borobudur, Pengeluaran Mereka Bisa 1.600 Dolar
Naila Nihayah• Jumat, 20 September 2024 | 15:05 WIB
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah (idsejarah.net)
RADAR JOGJA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi, keberadaan jalan tol Jogja-Bawen digadang-gadang dapat dilewati sekitar 20 juta orang per tahun. Sebanyak 2 juta wisatawan mancanegara berpotensi mengunjungi Candi Borobudur. Termasuk umat Buddha dari Thailand, China, Jepang, dan lainnya.
Kondisi itu, kata dia, praktis dapat mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah untuk berwisata di Borobudur. "Mereka bisa tinggal 5 sampai 10 hari di sini dan ini sangat penting. Oleh karena itu, yang menikmati (dampak positif) adalah masyarakat sekitarnya," terang Luhut, Kamis (19/9).
Harapannya, pengeluaran mereka di Borobudur bisa menyentuh angka 1.600 dollar per bulan. Sehingga masyarakat perlu mempersiapkan diri. Termasuk menyediakan homestay dan peluang usaha baru. Namun, masyarakat juga perlu mendapat pelatihan dan sertifikasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penataan kawasan Borobudur akan ditangani oleh single destination management authority. "Total 45 triliun rupiah potensi daripada cuan pariwisata yang bisa kita limpahkan kepada masyarakat di sekitar Borobudur," katanya.
Dia menilai, saat ini kondisi pariwisata semakin memiliki titik terang. Lebih-lebih, nantinya Borobudur akan interkoneksi atau terhubung dengan Yogyakarta International Airport (YIA). Harapannya bisa menyumbang 2 juta wisatawan mancanegara ke kawasan Borobudur.
Sementara itu, Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Febrina Intan menambahkan, dalam upaya memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi kelas dunia, peningkatan konektivitas internasional juga menjadi fokus utama.
Bahkan, InJourney telah menjalin MoU dengan maskapai Thai Airways yang memungkinkan adanya penerbangan dari Bangkok ke Yogyakarta. Hal ini akan membuka akses lebih luas bagi wisatawan internasional, khususnya dari Asia Tenggara untuk datang dan menikmati Borobudur.
Dia menyebut, jumlah kunjungan Candi Borobudur pada peak season sebesar 1,4 juta. Baik wisatawan domestik dan mancanegara. "Dari jumlah itu, 10 persennya merupakan kunjungan dari wisatawan mancanegara," terangnya.
Dengan jumlah yang sangat potensial ini dan dengan dibukanya konektivitas udara antara Thailand via YIA, ditargetkan terdapat kenaikan kunjungan dari wisatawan mancanegara sebesar lima kali lipat ke depannya. (aya)