Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Megah, Berdiri di Atas Lahan Lima Hektare MAJT di Magelang Bisa Tampung 8.000 Jemaah

Naila Nihayah • Jumat, 20 September 2024 | 03:20 WIB
MEGAH: Pembangunan MAJT An-Nuur di Sawitan, Mungkid sudah selesai dan siap diresmikan.
MEGAH: Pembangunan MAJT An-Nuur di Sawitan, Mungkid sudah selesai dan siap diresmikan.
 
MUNGKID - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur di Sawitan, Mungkid berdiri megah di atas tanah seluas 5,0076 hektare. Pembangunan masjid tersebut menjadi satu upaya Pemprov Jateng untuk mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. Nantinya, masjid itu dapat menampung sekitar 8.000 jemaah.
 
 
Sekretaris Pemprov Jateng Sumarno menjelaskan, MAJT ini menjadi kontribusi pemprov untuk mendukung keberadaan DPSP Borobudur. Pembangunan masjid tersebut dilakukan secara kerja sama antara pemprov dengan Pemkab Magelang.
 
Pemkab menyediakan lahan seluas 1,9138 hektare dan pemprov menyediakan 3,2259 hektare. "Penyiapan bangunan fisik diawali dengan penyusunan studi kelayakan, sayembara desain, master plan, dokumen Amdal, studi Andalalin, dan dokumen perencanaan," ujarnya di sela peninjauan, Kamis (19/9).
 
Baca Juga: Jumlah Lurah Perempuan di Bantul Masih Minim, dari 75 Kalurahan Tak Sampai 10 Orang
Baca Juga: Kebutuhan Ikan Mayoritas Dipasok dari Luar Daerah , Ramai-Ramai Indonesia Impor, Bantul Tidak Melakukannya
Baca Juga: Debut Pedrinho Bersama PSIM Jogja saat Melawan Bhayangkara FC di Tegal
 
Selain itu, pemprov juga telah melakukan proses review detail engineering design (DED) melalui kajian bersama tim ahli analisis dampak cagar budaya (HIA). Serta berkoordinasi dengan Museum dan Cagar Budaya (MCB) Borobudur. 
 
Sumarno menyebut, MAJT mampu menampung sekitar 8.000 jemaah. Kapasitas itu dinilai cukup besar, sehingga ketika nantinya ada kegiatan keagamaan, bisa digelar di MAJT. Bangunan fisiknya menelan anggaran sebesar Rp 11 miliar. 
 
Photo
Photo
 
Menariknya, ada menara setinggi 39 meter yang bisa melihat pemandangan sekitar, termasuk Candi Borobudur.
 
"Ini (ketinggian) memang berbeda dari sebelumnya sekitar 50-an meter. Desain pun kita harus berkoordinasi dengan UNESCO. Karena terlalu tinggi, kita turunkan menjadi 39 meter karena tidak boleh melebihi stupa candi," sebutnya.
 
Baca Juga: Polresta Sleman Tetapkan Direktur Pengembang Malioboro City Jadi Tersangka, Satu Tersangka Lain Masih Buron
Baca Juga: Saddam Gaffar Gacor Bersama FC Bekasi City, PSS Sleman Gak Kecewa?
Baca Juga: Hadiri Peringatan Harlah Ponpes Ora Aji, Presiden Joko Widodo Temui 50 Ulama Muda
 
Dia menyebut, antara MAJT di Magelang memang tidak dilengkapi dengan payung elektrik seperti di Semarang dan dibiarkan terbuka. Sebab ada beberapa hal yang dipertimbangkan.
Satu di antaranya, payung elektrik di Semarang jarang terpakai dan perawatannya terlampau mahal.
 
Sementara Masjid An-Nuur akan tetap berdiri dan dialihfungsikan sebagai perpustakaan. Karena masjid tersebut memiliki nilai sejarah. Harapannya, selain Candi Borobudur, MAJT tersebut juga bisa menjadi magnet bagi wisatawan. Sehingga wisatawan muslim dapat melaksanakan salat di MAJT. (aya)
Editor : Heru Pratomo
#Candi Borobudur #Borobudur #Magelang #MAJT #DPSP #Masjid Agung Jawa Tengah #Sawitan #jawa tengah