Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Wisata Petik Melon Kirani Desa Dlisenkulon, Pituruh, Purworejo Panen tiap 55 Hari, Rerata Beratnya Dua Kilogram

Jihan Aron Vahera • Minggu, 15 September 2024 | 14:25 WIB

 

PENGALAMAN: Pengunjung saat menikmati suasana wisata petik buah melon kirani di Desa Dlisenkulon, Pituruh, Purworejo.   
PENGALAMAN: Pengunjung saat menikmati suasana wisata petik buah melon kirani di Desa Dlisenkulon, Pituruh, Purworejo.  

 

 

RADAR JOGJA - Wisata petik melon kini tengah digandrungi oleh sebagian masyarakat. Di Kabupaten Purworejo, sudah mulai muncul wisata petik melon seperti halnya wisata petik melon yang ada di Desa Dlisenkulon, Pituruh, Purworejo.

Wisata petik melon menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang bosan dengan suasana pantai ataupun pegunungan. Lokasi wisata petik melon itu berada di belakang Balai Desa Dlisenkulon dan dikelola oleh pemuda karang taruna desa setempat.

Deretan pohon melon yang berjejer rapi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ditambah lagi, banyaknya buah melon bergelantungan kian menambah hasrat untuk mengabadikan view tersebut. Tanaman melon pada umumnya merambat di tanah, namun buah melon kirani ini diikat ke atas sehingga buahnya nampak bergelantungan.

Pengelola kebun Argo Budi Guntoro, 30, menyampaikan, pengunjung yang datang ke green house bisa memilih dan memetik sendiri buah melon. Hal tersebut menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung. "Karena wisata petik buah ya pengunjung bisa petik sendiri," ujarnya Jumat (13/9).

Baca Juga: Shafa Al Zahra Sabet Emas Pertama Balap Sepeda DIJ, Sebelumnya Sumbang Perunggu di Nomor TTT

Baca Juga: Tanaman Anggrek Vanda Tricolor Var Suavis Jadi Media Promosi Pariwisata Sleman

Wisata petik buah melon tersebut telah ada sejak 2023 lalu. Adapun melon yang ditanam adalah jenis melon kirani yang menjadi salah satu jenis populer untuk wisata petik melon. "Panennya setiap 55 hari sekali. Per buah memiliki berat rata-rata sekitar 1,5 kilogram (kg) -2 kg," imbuh dia.

Diungkapkan, sejak diresmikan menjadi tempat wisata petik buah, green house tersebut ramai dikunjungi pengunjung. Menariknya, bagi para peminat buah tersebut tetapi tidak bisa datang langsung ke lokasi bisa pesan secara online. "Per kg Rp 25 ribu. Alhamdulillah ramai ada yang pesan dari Banyumas, Semarang, dan sebagainya," sebutnya.

Argo mengatakan, untuk perawatan jenis melon tersebut tidak jauh berbeda dengan jenis melon lainnya. Hanya perlu disemprot obat jika tanaman tersebut terserang penyakit. "Tapi hal itu sangat jarang terjadi," lanjut dia.

Salah satu pengunjung Ahmad Fatoni, 28, mengaku penasaran dengan wisata petik buah melon. Terlebih, dia sering melihat unggahan di Instagram yang membuatnya tergerak untuk berkunjung ke wisata petik melon. "Senang sih. Rasanya ada yang beda kalau makan buah hasil petikan sendiri. Baru pertama kali nyoba," ujarnya. Menurutnya, rasa buah melon di green house tersebut  manis dan enak, ditambah hasil petikan sendiri jadi makin nikmat. (han/pra)

Editor : Heru Pratomo
#pituruh #karang taruna #Melon #desa #petik buah #Purworejo