Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pesona Wisata Religi di Bukit Rhema: Menyelami Keindahan Gereja Ayam dengan Arsitektur Unik dan Pemandangan Mempesona

Tastabila Maika Warditya • Rabu, 11 September 2024 | 18:10 WIB

Gereja Ayam di Magelang.
Gereja Ayam di Magelang.


RADAR JOGJA - Bukit Rhema yang terletak di kawasan Gombong Kembanglimus, tak jauh dari Borobudur ternyata menyimpan sebuah destinasi wisata religi yang begitu unik dan memesona.

Bangunan ikonik yang sering dikenal sebagai Gereja Ayam ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Meskipun kerap disebut "Gereja Ayam", bangunan ini sebenarnya lebih menyerupai burung Merpati dengan mahkota di atas kepalanya, memberikan kesan megah dan penuh makna.

Keunikan arsitektur pada bangunan ini bukanlah satu-satunya alasan mengapa Gereja Ayam begitu diminati.

Selain gaya bangunan yang mengagumkan, para pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang menakjubkan.

Dari puncak bukit ini, terlihat jelas hamparan hijau perbukitan dan lembah hingga barisan pegunungan yang memberikan nuansa tenang dan damai.

Namun, daya tarik utama tetap tertuju pada bangunan burung Merpati dengan mahkota yang megah di atasnya, menjadikan spot ini primadona untuk berfoto.

Ketika berkunjung ke Bukit Rhema, ada beberapa pengalaman menarik yang akan menyambut kalian.

Pertama, sambutan dari burung hantu yang siap menjadi teman berfoto.

Pengunjung dapat berinteraksi dan berfoto dengan burung-burung hantu yang lucu dengan biaya sukarela.

Momen ini kerap menjadi favorit bagi wisatawan yang ingin menambah pengalaman unik selama di Bukit Rhema.

Kedua, ketika memasuki pintu utama gereja, pengunjung akan disuguhi bangunan yang memiliki 7 tingkat, dengan berbagai ruang doa di dalamnya.

Menariknya, ruang-ruang doa ini tidak hanya disediakan untuk satu agama saja, melainkan terbuka untuk lima agama yang diakui di Indonesia, yakni Islam, Hindu, Buddha, Kristen, dan Konghucu.

Hal ini menjadi simbol dari nilai perdamaian dan keberagaman yang diusung oleh Gereja Ayam.

Ketiga, arsitektur burung Merpati dengan mahkotanya menjadi spot favorit untuk berfoto.

Namun, karena tempatnya terbatas, pengunjung sering kali harus mengantre untuk mendapatkan momen berharga di atas.

Selain berfoto, dari tempat ini Anda bisa menikmati panorama alam yang menakjubkan, termasuk pemandangan lembah hijau dan gunung-gunung yang mengelilingi Bukit Rhema.

Keempat, Bukit Rhema juga dikenal sebagai tempat yang ideal untuk menyaksikan matahari terbit.

Suasana magis saat fajar mulai menyingsing menjadi daya tarik tersendiri.

Di bagian dalam gedung, juga terdapat wahana edukasi yang dapat menambah wawasan para pengunjung, terpisah dari ruang arsitektur burung Merpati di bagian luar.

Kelima, Anda juga bisa bersantai di Kedai Rakyat W’dank Bukit Rhema yang menyajikan berbagai hidangan tradisional.

Lokasi kedai ini berada di bagian belakang bangunan, menawarkan suasana santai setelah menjelajah setiap sudut bangunan unik ini.

Fasilitas di Bukit Rhema pun terbilang lengkap, mulai dari mobil jeep yang siap mengangkut pengunjung, toilet yang memadai, warung makan, hingga kafe-kafe kecil yang membuat kunjungan Anda semakin nyaman.

Dengan fasilitas yang memadai, tidak heran jika Bukit Rhema semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap tahunnya.

Untuk bisa menikmati wisata religi ini, pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp25.000 per orang untuk wisatawan domestik, dan Rp50.000 untuk turis asing.

Bukit Rhema buka setiap hari, kecuali Selasa, dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Terletak di Gombong, Kurahan, Kembanglimus, Magelang, Anda hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai lokasi. Bagi yang enggan berjalan kaki, tersedia layanan jeep. Dari Candi Borobudur, Bukit Rhema dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bangunan burung Merpati #Keindahan Gereja Ayam #Bukit Rhema #wisata religi #hamparan hijau