RADAR JOGJA - Museum Dirgantara adalah museum yang digagas oleh TNI Angkatan Udara (AU) untuk mengabadikan peristiwa bersejarah yang terjadi di lingkungan TNI AU.
Museum ini didirikan pada tanggal 4 April 1969 oleh Panglima Angkatan Udara Laksamana Roesmin Noerjadin.
Lokasi museum ini berada di Kompleks Pangkalan Udara Adisucipto Jl. Raya Janti, Karang Janbe, Maguwoharjo, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Awalnya museum ini berada di Jakarta, namun dipindahkan ke Yogyakarta atas dasar lahirnya TNI AU beserta pusat kegiatan TNI AU.
Dikutip dari laman resmi TNI AU, museum ini menyimpan koleksi foto foto bersejarah Angkatan Udara Indonesia.
Museum ini juga memiliki sejumlah pesawat tempur dan replika yang masih terpajang, beberapa di antaranya adalah:
- Pesawat Ki-43 buatan Jepang
- Pesawat PBY-5A (Catalina).
- Replika pesawat WEL-I RI-X (pesawat pertama hasil produksi Indonesia)
- Pesawat A6M5 Zero Sen buatan Jepang.
- Pesawat pembom B-25 Mitchell, B-26 Invader, TU-16 Badger.
- Helikopter Hillier 360 buatan AS.
- Pesawat P-51 Mustang buatan AS.
- Pesawat KY51 Cureng buatan Jepang.
- Replika pesawat Glider Kampret buatan Indonesia.
- Pesawat TS-8 Dies buatan AS.
- Pesawat Lavochkin La-11, Mig-15, MiG-17 dan MiG-21 buatan Russia.
- Rudal SA-75[3]
Dan baru-baru ini museum menerima tambahan koleksi baru berupa Prototype Bom 9 Buah buatan Dislitbangau hasil kerja sama dengan PT. Pindad dan PT. Sari Bahari.
Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.30 sampai 16.00 WIB. Untuk harga tiketnya sendiri pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp 10.000 saja.
Fasilitas pun sudah cukup memadai, sudah ada akses untuk pengguna kursi roda, kemudia toilet dan juga restoran. Ayo segera kunjungi untuk menambah pengetahuanmu!