Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

3 Rekomendasi Museum di Garis Imaginer Jogja Dekat Pusat Kota yang Menarik Dikunjungi

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 9 Agustus 2024 | 18:51 WIB
3 Museum di Garis Imaginer Pusat Kota Jogja.
3 Museum di Garis Imaginer Pusat Kota Jogja.

RADAR JOGJA - Sejarah merupakan tonggak terjadinya peristiwa atau kejadian masa lampau. 

Dalam peristiwa sejarah meninggalkan artefak maupun benda-benda yang penting diarsipkan.

Museum menjadi wadah dari artefak, benda koleksi masa lampau yang berhasil diselamatkan.

Secara edukasi, keberadaan artefak itu penting. Menjadi warisan budaya benda maupun tak benda bagi generasi yang akan datang untuk kemudian dipelajari sejarahnya.

Bung Karno pernah berpesan kepada rakyat Indonesia tentang sejarah. Agar bangsa Indonesia ini tidak melupakan sejarah.

"Jangan pernah meninggalkan sejarah, sebab sejarah adalah mata tombak untuk membangun suatu negara ke depannya." 

Begitulah pesan Presiden RI Pertama Soekarno.

Namun terpisah dari itu, ada yang menarik di Yogyakarta yang wajib kamu kunjungi.

Ini berkaitan dengan sejarah dalam museum.

Kamu bisa mengajak keluarga mengunjungi museum di Jogja ini.

Uniknya museum ini berada di garis imaginer Jogja.

Garis imaginer di sebut juga sumbu filosofis Yogyakarta. Garis ini membentang dari utara ke selatan. Meliputi Gunung Merapi, Tugu Jogja, Keraton Yogyakarta, Panggung Krapyak, hingga Pantai Parangkusumo.

Baca Juga: Berenang di Kedung Pedut: Pesona Air Terjun Alami di Kulon Progo, Memberikan Kesan Eksotis Berada di Tengah Hutan

 

Museum mana sajakah itu? Yuk simak!

1. Monumen Jogja Kembali (Monjali)

Monumen Jogja Kembali merupakan museum yang berbentuk kerucut yang terdiri tiga lantai di dalamnya.

Museum ini berdiri pada 1985 dan diresmikan pada 1989 oleh Presiden Soeharto.

Tujuan berdirinya museum ini untuk memperingati peristiwa sejarah ditariknya tentara kolonial Belanda dari Ibu Kota Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1949 silam.

Sekaligus menjadi penanda berfungsinya kembali Kota Yogyakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia yang direbut dari penjajah Belanda.

Gagasan awal pendirian Museum Monjali disampaikan oleh Kolonel Sugiarto dalam peringatan Yogya Kembali yang diselenggarakan pada 29 Juni 1983.

Monumen Yogya Kembali menghadirkan diorama dan pameran lain tentang Perjuangan Kemerdekaan Indonesia.

Monumen ini berlokasi di Jalan Ring Road Utara, Jongkang, Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY.

Di bangun 3 lantai, pada lantai dasar atau pertama berisi empat ruangan museum.

Lantai dua berisi 10 diorama dan 40 relief.

Lantai tiga bernama Ruang Garba Graha. Merupakan ruang hening yang berfungsi sebagai tempat untuk mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur.

Koleksi keseluruhan museum ini berjumlah 1.108 buah, terdiri dari heraldika, miniatur, replika, kendaraan, senjata api, senjata tradisional, foto dokumentasi, alat perhubungan angakatan darat, alat kesehatan, inventaris, dan masih banyak lagi.

Monjali buka saban Selasa dan Minggu, mulai pukul 08.00-16.00 WIB.

Senin libur. Jika ingin mengunjungi museum Monjali ini anda harus menyiapkan uang sebesar Rp. 15.000 per orang untuk tiketnya.

2. Museum Benteng Vrederburg


Museum yang dahulunya adalah benteng kolonial ini menampilkan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Benteng yang pertama kali dibangun pada 1760 ini, memiliki beberapa gedung diorama yang menampilkan timeline sejarah bangsa.

Di dalam gedung juga terdapat ruangan augmented reality, animasi dengan projector, dan juga terdapat monitor touchscreen yang berisi informasi detail terkait diorama dan dapat diubah menjadi bahasa Inggris.

Setelah mengalami revitalisasi, di depan area taman yang luas, museum yang terletak di Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan ini, tidak hanya dijadikan sebagai museum saja.

Terdapat area komunal, gedung permainan anak, tempat bermain outdoor, live musik, dan beberapa spot foto cantik ada di area dalam benteng.

Museum Benteng Vrederburg buka full dalam seminggu, yakni Senin-Minggu Pukul 08.00-22.00 WIB.

Jika ingin berkunjung, siapkan uang tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang.

3. Museum Sonobudoyo Unit 1

Museum yang letaknya di Jl. Pangurakan No.6, Ngupasan, Kec. Gondomanan ini adalah museum sejarah dan budaya Indonesia yang menampilkan topeng, senjata dan artefak lain, serta pertunjukan wayang golek.

Museum yang didirikan pada tahun 1934 oleh Java Instituut (sebuah yayasan kebudayaan Jawa, Bali, Lombok, dan Madura) dan diresmikan pada tanggal 6 November 1935 oleh Sultan Hamengku Buwana VIII.

Berbagai koleksi peninggalan bersejarah tersimpan di museum ini.

Antara lain, arca, benda-benda etnografi, dan artefak arkeolog dan lainnya.

Jika ingin berkunjung ke museum Sonobudoyo Unit 1 ini kamu bisa membeli tiket dengan harga Rp 20.000 per orang.

Museum yini berada di daerah ngupasan, Kota Jogja.

Jam bukanya, tiap hari Selasa-Minggu pada pukul 08.00-20.00 WIB.

Hari Senin museum ini tutup. 

Tiga museum tersebut menambah wawasan kamu mengenai perjuangan Indonesia melawan penjajah, sekaligus mempelajari budaya bangsa.

Dengan mengunjungi museum sejarah diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air. Rasa Handarbeni untuk nguri-uri budaya dan jiwa nasionalisme.

(Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dikunjungi #rekomendasi #Yogyakarta #artefak #masa lampau #museum #Penjajahan #sejarah #pusat kota #Warisan Budaya #Perjuangan bangsa indonesia #DIY #Monumen Jogja Kembali #Garis Imaginer #Museum Sonobudoyo Unit 1 #menarik #Jogja #Peristiwa #Sumbu Filosofis #Museum Benteng Vrederburg