RADAR JOGJA - Ketika berbicara tentang Kabupaten Magelang, obyek wisata yang pertama kali muncul di benak banyak orang adalah Candi Borobudur. Namun, ada cara lain untuk menikmati keindahan candi ini tanpa harus mendakinya secara langsung. Bukit Punthuk Setumbu, yang hanya berjarak 3,5 km dari Candi Borobudur, menawarkan pemandangan spektakuler dari kejauhan. Dari sini, pengunjung bisa menyaksikan keindahan Candi Borobudur dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu yang memukau. Selain itu, Punthuk Setumbu juga menawarkan beragam obyek wisata alam lainnya yang patut dikunjungi.
Punthuk Setumbu semakin dikenal luas setelah tampil dalam film “Ada Apa Dengan Cinta 2”. Dalam film ini, lokasi Punthuk Setumbu dikunjungi oleh karakter utama, Cinta dan Rangga, yang membuat tempat ini viral di media sosial dan media massa. Sebelum terkenal lewat film tersebut, Punthuk Setumbu sudah dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai tempat untuk menggembalakan hewan. Nama “Punthuk Setumbu” sendiri berasal dari bentuk bukit yang menyerupai lumbung padi dalam bahasa Jawa.
Salah satu daya tarik utama Punthuk Setumbu adalah pemandangan matahari terbit yang menakjubkan. Dari puncak bukit ini, pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu, serta siluet Candi Borobudur yang megah. Keindahan ini sering diabadikan oleh para fotografer dan menjadi salah satu spot favorit bagi penggemar fotografi. Gereja Ayam, yang juga tampil dalam film “Ada Apa Dengan Cinta 2”, terlihat jelas dari Punthuk Setumbu, menambah eksotisme pemandangan di sini.
Untuk menikmati keindahan sunrise di Punthuk Setumbu, pengunjung perlu memulai perjalanan sejak dini hari. Dengan harga tiket 15 ribu rupiah untuk wisatawan domestik dan 30 ribu rupiah untuk wisatawan mancanegara, perjalanan menuju puncak bukit dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit dengan berjalan kaki. Meskipun medannya menanjak tajam, fasilitas seperti lampu penerang dan warung kecil di sepanjang jalan membuat perjalanan ini lebih nyaman. Suasana pagi yang sejuk dan indahnya pemandangan di puncak bukit membuat semua usaha tersebut terasa sepadan.
Punthuk Setumbu telah mengalami banyak perkembangan berkat pengelolaan oleh warga Dusun Kurahan, Desa Karangrejo. Dulu, jalan menuju bukit masih berupa tanah dengan banyak pohon liar, namun kini telah diubah menjadi jalan paving dengan pohon rindang di sekitarnya. Tanaman seperti jahe dan serai ditanam di sepanjang jalan, dan minuman teh serai yang disuguhkan oleh pengelola menjadi daya tarik tersendiri. Pengelolaan ini dilakukan secara mandiri oleh warga setempat, dengan hasil pengelolaan yang dibagi untuk gaji karyawan dan pembangunan desa.
Agar bisa menikmati keindahan sunrise di Punthuk Setumbu, berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan:
• Bangun lebih awal untuk tiba di lokasi sebelum matahari terbit.
• Gunakan sepatu olahraga untuk kenyamanan saat mendaki bukit.
• Kenakan jaket karena udara di pagi hari cukup dingin.
• Jika beragama Muslim, manfaatkan fasilitas mushola untuk sholat subuh sebelum mendaki.
(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: www.magelangkab.go.id
Editor : Iwa Ikhwanudin