Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Tempat Bersejarah: 5 Spot Instagramable dengan Nilai Sejarah Tinggi di Kotagede Yogyakarta yang Menarik Kamu Jelajahi!

Meitika Candra Lantiva • Kamis, 1 Agustus 2024 | 21:20 WIB
Rekomendasi tempat bersejaran dan instagramable di Kotagede, Yogyakarta.
Rekomendasi tempat bersejaran dan instagramable di Kotagede, Yogyakarta.

 


RADAR JOGJA – Kotagede merupakan salah satu kemantren di selatan Jogja yang menyimpan sejarah dan budayaannya yang kental.


Setiap tempat wisata di Kotagede memiliki makna dan sejarah, yang masih dirawat hingga saat ini.


Selain itu di setiap sudutnya wisata Kotagede juga sangat instagramable yang menjadi daya tarik pengunjung.


Berikut adalah rekomendasi destinasi yang wajib kamu kunjungi di Kotagede Jogja.


1. Omah Pesik


Omah Pesik, kini menjadi salah satu tujuan wisata yang wajib saat berkunjung ke Kotagede.


Tempat ini merupakan sebuah hotel, namun kamu bisa berkunjung untuk sekedar nongkrong di kafenya.


Dengan bangunannya yang megah, rumah penginapan ini juga sangat menarik karena memiliki nuansa kerajaan kuno dengan campuran arsitektur khas Jawa dan Eropa.


Terdapat patung-patung berukuran besar di area taman depan rumah, dan sebuah kolam air mancur yang ikonik.

Bagunan ini menyimpan koleksi barang bersejarah di dalamnya.


Beberapa kolesi yang ada yaitu patung-patung, wayang, keris, dan furniture kuno dari pemilik rumah Rudy J Pesik.

Baca Juga: Berbahaya! 6 Jenis Sayuran Ini Jangan Dipanaskan Lagi demi Kesehatan Tubuh, Apa yang Terjadi Jika Dipanaskan Kembali?


Omah Pesik juga sering mengadakan berbagai acara budaya, seperti pertunjukan gamelan dan workshop pembuatan batik.


Setelah berkeliling Omah Pesik, pengunjung bisa bersantai di kafe yang tersedia disana.


Dengan kemegahannya tidak sedikit pengunjung yang datang untuk mengabadikan momen dan berfoto-foto di Omah Pesik.


Pengunjung juga bisa berfoto menggunakan baju khas Jawa yang disewakan disana, dengan cukup membayar sebesar Rp 30.000.


Bagi kamu yang ingin berkunjung, harga tiket masuk tempat ini sebesar Rp 25.000.

Buka setiap hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.


2. Omah Indhise


Omah Indhis merupakan rumah peninggalan, yang memiliki bangunan kuno dengan arsitektur Belanda yang dibangun pada tahun 1860.


Rumah kuno ini menjadi salah satu cagar budaya yang populer di kalangan warga lokal juga wisatawan luar daerah yang memiliki cerita tersendiri.


Konon terdapat cerita mistis yang menyelimuti bangunan ini, hingga memiliki julukan rumah pocong, lantaran banyak warga yang mengaku melihat penampakan hantu pocong Sumi di rumah ini.


Pemilik pertama rumah kosong ini dulunya keluarga pengusaha batik terkenal di Yogyakarta, bernama Atmo Sudigdo.


Pihak dari ahli waris dan masyarakat sekitar sangat menyayangkan jika rumah bersejarah ini justru dijuluki rumah berhantu.


Padahal bangunan ini memiliki arsitektur yang unik bergaya Eropa dan menyimpan sejarah istimewa.


Meskipun kosong, tetapi ada seorang warga yang secara rutin dan sukarela merawat juga membersihkan rumah tersebut.


Rumah kuno ini memiliki pagar berwarna hijau, dengan jendela bergaya klasik yang menawan.


Omah Indhise terdiri dari ruang tamu, tiga kamar tidur yang dulunya digunakan pasangan suami istri Atmo Sudigdo dan anak-anaknya.


Adapun bagian dapur yang hancur di makan usia, dan beberpa perabotan seperti tempat tidur, kursi, mesin ketik, porselen dan lainnya yang masih dipajang sehingga menambah kesan vintage.


Banyak wisatawan yang berkunjung untuk sekedar melihat-lihat atau untuk merasakan pengalaman spiritual di rumah ini.


3. Omah UGM Kotagede


Omah UGM Kotagede merupakan salah satu cagar budaya yang dimiliki oleh Kotagede, dan terletak di tengah pemukuman warga.


Rumah ini memiliki arsitektur khas Jawa yang kental, dengan ornamen dan ukuran yang indah.


Awalnya, bangunan ini diwariskan kepada Ir Sutat, seorang dosen UGM lalu di teruskan kepada keponakannya, Parto Darsono.

Tetapi setelah PartoDarsono meninggal, rumah ini sempat tidak terawat.


Pada tahun 2007, UGM membeli rumah ini setelah mengalami kerusakan akibat gempa tahun 2006.


Setelah diakuisisi UGM, rumah ini diperbaiki dengan tetap mempertahannya ciri khasnya.


Hal ini menjadi bagian dari program revitalisasi kawasan pusaka Kotagede berbasis 3K yaitu Komunikasi, Kerajinan, dan Kultural.


Bangunan ini memiliki arsitektur khas rumah Jawa, yang terdiri dari dua bangunan tipe joglo dan dua bangunan tipe kampung.


Terdapat pendapa atau bangunan tanpa dinding, yang biasa digunakan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertemuan.


Selain itu ada juga sentong atau kamar, serta gandok yang terletak di sisi kanan dan kiri rumah.


Saat ini Omah UGM menjadi destinasi wisata bagi para wisatawan yang ingin mengetahui sejarahnya dan menikmati nuansa vintage.


Dengan tarif Rp 10.000 per orang, pengunjung bisa mengabadikan momen dan mengeksplor spot yang menarik di tempat ini.


4. Between Two Gates


Between Two Gates ini merupakan kawasan cagar budaya yang unik dan instagramable di Kotagede, namun warga sekitar lebih sering menyebutnya jalan rukunan.


Istilah nama tempat ini dicetuskan oleh Tim Penelitian dari Jurusan Teknik Arsitektur UGM pada tahun 1986.


Between Two Gates mengacu pada dua gerbang yang mengapit pemukiman di dalamnya.


Saat berkunjung ke kawasan ini, kamu akan menemukan gapura dengan tulisan tahun 1923 di bagian atasnya.


Ketika memasuki gapura tersebut wisatawan seakan dibawa menjelajahi waktu dan kembali ke Jogja pada masa lalu.


Tempat ini merupakan sebuah gang pemukiman kampung yang tenang, damai dan bersih, dengan deretan rumah joglo tradisional Jawa.


Terdapat sembilan rumah dengan dua bagian, yaitu rumah utama dan pendopo yang berhadapan satu sama lain dari utara ke selatan.


Wisatawan juga bisa bersantai di Kafe Longkang yang ada di ujung gang, sebuah kafe dengan suasana tempo dulu.


Kafe ini memiliki interior dan ornamen yang antik, terdapat mesin ketik, piano tua dan buku-buku kuno yang bisa kamu temui di sana.


Wisatawan yang ingin berkunjung ke Between Two Gates, bebas masuk kapan saja tanpa di pungut biaya.


5. Ndalem Natan Royal Heritage


Ndalem Natan Royal Heritage adalah sebuah rumah kuno, dimana dulunya merupakan kediaman seorang bangsawan Jawa.


Setelah terdampak gempa bumi pada tahun 2006, bangunan ini di renovesi menjadi guest house, kafe dan toko buku.


Nama Natan sendiri diambil dari kata bahasa Jawa yang berarti menata, dengan filosofi menata kembali tempat yang pernah rusak.


Kini bangunan ini memiliki arsitektur dan ornamen yang kental dengan trasidional Jawa yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.


Di tempat ini, pengujung juga dapat melihat koleksi benda-benda bersejarah milik keluarga kerajaan Mataram.


Berawal dari kesadaran Dr Nasir Tamara sebagai pemilik Ndalem Natan, yang melihat minimnya toko buku di kawasan Kotagede beliau akhirnya memutuskan untuk mendirikan Toko Buku Natan.


Toko buku ini menyediakan berbagai jenis buku dengan beragam bahasa, diantaranya buku berbahasa Indonesia, Prancis, Inggris, dan Belanda.


Selain itu Ndalem Natan juga menjadi pusat berbagai kegiatan budaya dan edukasi, seperti pelatihan gamelan, workshop batik hingga pembuatan kerajinan tangan.


Artspace Ndalem Natan Royal Heritage juga dapat dimanfaatkan bagi para seniman di Jogja, untuk melakukan kegiatan seni sebagai lokasi pameran. (Indah Wahyuni Saputri)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Tempat Bersejarah #Omah Indhise #nilai sejarah #instagramable #Omah UGM Kotagede #instagramble #Toko Buku Natan #Ndalem Natan Royal Heritage #Yogyakarta #sudut #Budaya #Between Two Gates #Omah Pesik #Wisata #spot #sejarah #menarik #Mengenal #kotagede #Jelajahi