RADAR JOGJA - Objek wisata di Perbukitan Menoreh menyajikan beragam wisata yang tak akan membuat bosan. Salah satunya penawaran wisata di Agroeduekowisata Budaya Trajumas, yang memberikan sajian pengalaman mendalam pada pertanian kopi.
Bertempat di Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, tempat wisata ini menyuguhkan berbagai konsep yang memanjakan pengunjung. Mulai agrowisata, edukasi, ekologi, dan budaya yang dikombinasikan dalam satu waktu. Sehingga, pengunjung tak perlu khawatir apabila menghabiskan waktu di sini.
"Luas lahan kopi yang kami punya ada 25 hektare, dengan menyajikan berbagai konsep wisata" ucap pemilik Trajumas Java Cofee Agustinus Sulistio, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (26/07).
Baca Juga: Konsolnas Muhammadiyah di Unisa Didatangi Pedemo Minta Jangan Kelola Tambang, Khawatir Dosa Ekologis
Tio menuturkan, pengunjung reguler dapat menikmati paket wisata edukasi pengelolaan kopi dari hulu hingga hilir. Terdapat tiga paket agrowisata yang ditawarkan. Di antaranya paket wisata edukasi tanaman kopi, pengelolaan kopi, serta paket komplit.
Paket wisata edukasi tanaman kopi mengajak pengunjung untuk mempelajari tanaman kopi lebih dalam, mulai sejak pembibitan hingga proses pemanenan. Pengunjung akan didampingi mentor yang akan menjelaskan secara detail terkait tanaman dan perawatan. Tak lupa, ketika akan pulang ke rumah, pengunjung akan diberikan cinderamata berupa bibit kopi unggulan.
Paket wisata pengelolaan kopi, mencoba menawarkan pengunjung mengenal pengelolaan kopi. Pengunjung diajak dalam mengolah kopi secara langsung, dan menemukan cita rasa yang berbeda dari setiap metode pengolahan. Tak hanya menggunakan alat roasting modern tetapi pengunjung akan mencoba langsung menyangrai biji kopi dengan cara tradisional.
Baca Juga: Menoreh Culture And Culinary Festival, Wisata yang Memberikan Pengalaman Berbeda Bagi Pengunjung
Baca Juga: Konsepnya Risk Management Partnership, Jasindo Perkuat Bisnis melalui Salesforce dan Jejaring Daerah
Setelah pengunjung puas, mereka dapat mencicipi langsung hasil kopi yang diolah. Tak lupa pengunjung juga akan mendapatkan cinderamat berupa kopi khas Trajumas yang diolah sendiri. "Untuk paket komplit konsepnya living, jadi bisa berhari-hari," ucapnya.
Pria yang paham dengan hikayat kopi di Perbukitan Menoreh ini menjelaskan, paket komplit mencoba menawarkan pengalaman kehidupan di desa Pagerharjo. Pengunjung dapat secara langsung mengikuti kegiatan warga, baik dalam penanaman hingga pengelolaan kopi, maupun aktivitas lain yang dapat dikerjakan dalam waktu luang.
Pengunjung dpaat menikmati aktivitas dan suasana desa yang masih asri, serta sejuk. Jaminan tak akan bosan selama di desa ini, diperlihatkan dengan setiap konsep wisata. Seperti, wisata budaya di Trajumas yang mengajak pengunjung memahami sejarah dan budaya kopi di Pagerharjo.
"Misalnya di hari tertentu pasti ada kesenian karawitan disini, minum kopi dan mendengarkan gendhing," ucapnya.
Baca Juga: Delvintor Siap Tampil Gigih di Balapan Terakhir MXGP 2024
Baca Juga: Sudah Sah! Berikut 3 Hal Unik di Pernikahan Thoriq Halilintar dan Aaliyah Massaid
Tio menyampaikan, beberapa kegiatan budaya seperti minum kopi dengan alunan seni karawitan selalu diadakan dua kali dalam seminggu. Acara ini justru menjadi daya tarik bagi turis mancanegara. Lantaran, kebanyakan dari mereka mencari paket komplit suasana dan budaya.
Sama halnya seperti acara yang akan digelar setiap bulan purnama pada musim panen. Pengunjung yang mengambil paket live in, akan diajak mengikuti kegiatan Kopi Moon.
Acara ini dibuat dengan mengusung konsep tradisi wiwitan yang diadaptasi ke kepercayaan pada tanaman kopi. Nantinya pengunjung akan diajak memanen kopi di tengah sinar bulan purnama. Di tahun ini, acara Kopi Moon akan dilaksanakan pada 21 Agustus 2024.
Tio memberikan gambaran mengenai pemanen kopi saat bulan purnama. Menurutnya, sebelum melakukan pemanenan, pengunjung harus mengikuti beberapa tradisi, seperti menggunakan pakaian adat. Setelah itu, penari lengger akan menyajikan tarian yang membawa pengunjung ke area perkebunan kopi.
Di situlah ritual panen terjadi. Pengujung dapat memanen kopi ditengah rembulan. "Kepercayaan masyarakat, kopi mampu menyerap kebaikan dari sinar rembulan," ucapnya.
Menurutnya, acara itulah yang paling diminati pengunjung. Pada bulan-bulan biasa jumlah kunjungan paket wisata di Trajumas mencapai 30 orang yang biasanya merupakan rombongan.
Tio sengaja membatasi jumlah kunjungan untuk membuat paket wisata menjadi lebih dalam. Agara pengunjung dapat menyelami lebih jauh mengenai konsep wisata yang ditawarkan.
Rerata pengunjung yang datang memiliki latar belakang masyarakat perkotaan, WNA, keluarga, maupun kedinasan. Bahkan seringkali tempat ini dijadikan lokasi studi banding untuk dinas melakukan penelitian.
Selain itu, sebagian besar pengunjung justru dari luar jawa, karena mereka ingin merasalah sensasi serta mencoba kehidupan di Pagerharjo. "Wisata kami memang berfokus memberikan pengalaman, jadi silahkan berkunjung," ujarnya. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo