Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengunjungi Desa Wisata Pengklik Madurejo Prambanan, Ada Makam Besan Sri Sultan HB V dan 12 Goa

Agung Dwi Prakoso • Minggu, 7 Juli 2024 | 16:10 WIB
Obyek Wisata di Desa Wisata Pengklik.
Obyek Wisata di Desa Wisata Pengklik.


RADAR JOGJA - Di wilayah Sleman Utara tepatnya di Dusun Beloran, Madurejo, Prambanan, Sleman terdapat obyek wisata yang memuat sejarah pendudukan jepang di perbukitan dan hamparan persawahan dengan pemandangan Gunung Merapi yang indah yakni Desa Wisata Pengklik. Selain itu, di kompleks obyek wisata tersebut juga tersapat makam milik leluhur Raja Keraton Jogja.


Sekretaris Lurah Kalurahan Madurejo Hartoto Wahyudi menyampaikan Desa Wisata Pengklik berdiri pada 2018. Obyek wisata tersebut juga telah berpredikat “Desa Wisata” dan dibuktikan dengan SK Bupati Sleman No 56/kep.KDH/A/2022 Tentang Desa WisataTahun 2002.

Obyek Wisata di Desa Wisata Pengklik. Agung Dwi Prakoso / Radar Jogja.
Obyek Wisata di Desa Wisata Pengklik. Agung Dwi Prakoso / Radar Jogja.


Terdapat beberapa objek wisata di kompleks Desa Wisata Pengklik di antaranya makam Ki Prawiro Rejoso. Makam dengan nama nisan Raden Prawiro Rejoso tersebut adalah mertua dari Sri Sultan Hamengku Buwono VI yang disemayamkan pada tahun 1974 M yang merupakan besan dari Sri Sultan Hamegku Buwono V.

"Setiap tahun juga ada upacara adat sadranan pengklik di makam tersebut yang dihadiri oleh masyarakat sekitar," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (5/7).


Ia juga mengatakan makam tersebut masih sering dikunjungi oleh kerabat Keraton Jogja. Hal itu juga dibuktikan dengan penyelenggaraan sadranan pengklik yang ubo rampenya dihadirkan langsung dari keraton."Abdi dalem yang mengambil (ubo rampe) setiap tahunya, ada lima abdi dalem," tandasnya.


Selain itu, terdapat Goa bekas peninggalan Jepang di area bukit Pengklik. Goa tersebut berjumlah 12 dengan pintu goa mengelilingi bukit. Menurutnya, dulunya setiap goa tersebut saling terhubung untuk penyimpanan logistik tentara Jepang. "Namun beberapa goa telah tertutup dan tersisa satu goa yang bentuknya masih terjaga," jelasnya.


Pengelola Wisata Lengklik Agung Nugroho menambahkan pihaknya juga menjual sajian makanan dan minuman untuk para wisatawan yang datang.

Kebanyakan mereka menikmati sunset dengan oemandangan alam dan ditemani kopi atau teh disana. "Areanya cukup luas, yang paling banyak didatangi saat waktu sore hari," ujarnya.


Ia juga mengatakan bahwa beberapa tahun yang lalu, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga sempat singgah ke Desa Wisata Pengklik yang kebetulan lokasi agenda dinasnya di sana.

Selain itu, beberapa even kesenian juga diselenggarakan seperi tari dan musik untuk meramaikan obyek wisata tersebut. (oso/pra)

 

Editor : Satria Pradika
#prambanan #Sleman #Sri Sultan HB V #goa #obyek wisata #Desa Wisata Pengklik #mataram #jepang