RADAR JOGJA - Tak perlu capek mendaki untuk menikmati keindahan Gunung Api Purba Keruk yang menjadi primadona Desa Wisata Pengkol, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Demi menarik wisatawan, warga setempat menyiapkan jalur mobil off road untuk mengelilingi objek-objek wisata.
Sepanjang tujuh Kilometer dengan garis finish puncak Gunung Keruk, mobil off road memuat wisatawan akan melewati rumah-rumah warga untuk selama berwisata.
Pengelola Desa Wisata Pengkol Muryanta mengatakan, dengan menggunakan mobil off road akan melewati Wisata Alam Gunung Api Purba Keruk dan Gunung Genter. Tentunya jalur off road tersebut didesain dengan melewati jalan-jalan yang penuh tantangan untuk memacu adrenalin wisatawan. "Tapi biasanya penggunaaan mobil off road ketika ada event-event besar, mengingat kami bekerja sama dengan komunitas mobil itu," ujar Muryanta kepada Radar Jogja, Jumat (28/6).
Baca Juga: Libur Telah Tiba! Ini Dia Rekomendasi Tempat Wisata Anak di Yogyakarta yang Seru dan Edukatif
Meski begitu, event-event menjelajahi wisata alam Desa Pengkol terus dilaksanaan setiap tahunnya. Wisatawan yang berkunjung juga akan didampingi tour guide dalam pengenalan historis mengenai Gunung Api Purba Keruk dan Gunung Genter.
Muryanta juga mengatakan, dari ketinggian Gunung Api Purba Keruk, wisatawan dapat menikmati keindahan lautan awan dan keindahan alami dari alam yang masih asri. Dia menuturkan, jalur off road juga digunakan sebagai akses menuju ke sawah bagi warga setempat. Pihaknya juga menjajakan kuliner-kuliner khas daerah kami kepada wisatawan, event jelajah Gunung Api Purba Keruk. “Harapannya dapat meningkatkan perekonomian warga," tuturnya.
Dia menjelaskan, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sedangkan mengembangkan fasilitas-fasilitas lainnya untuk menunjang pariwisata di Desa Wisata Pengkol. "Banyak wisatawan yang sangat menikmati ketika menjelajahi wisata alam Gunung Api Purba Keruk dan Gunung Genter," ungkapnya.
Meskipun demikian, kata Muryanta, pendakian Gunung Api Purba Keruk tidak disarankan berjalan kaki. Sebab, jalur yang cukup ekstrem sehingga berjalan kaki tidak disarankan. "Pengunjung juga dapat mencicipi madu asal Desa Wisata Pegkol, kami juga memiliki Edukasi lebah madu murni dengan melihat langsung cara pengelolaannya," tuturnya.
Terakhir, Muryanta belum dapat menyebutkan harga yang dipatok untuk pendakian menggunakan mobil off road. Tarif ditentukan oleh komunitas yang mengadakan event selaku pemilik kendaraan. (ndi/pra)