RADAR JOGJA – Objek wisata air terus berkembang di Kabupaten Bantul. Selain kawasan pantai yang selama ini telah banyak dikenal seperti Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusumo, Pantai Samas, dan lainnya Laguna Pengklik yang menawarkan wisata air sambil bermain perahu kano.
Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul terus berupaya untuk pemerataan kunjungan destinasi wisata. Itu dilakukan agar setiap masyarakat stakeholder pariwisata Bantul dapat merasakan manfaat secara ekonomi khususnya karena keberadaan destinasi wisata yang dimiliki. Tidak terkecuali pada Laguna Pengklik yang akan terus didorong agar eksistensinya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul Markus Purnomo Adi mengatakan, promosi terhadap Laguna Pengklik akan terus digencarkan. Berbagai platform akan dimanfaatkan sebagai sarana promosi. Diharapkan dapat menunjang kunjungan wisatawan dalam jumlah yang banyak.
Laguna Pengklik merupakan wisata minat khusus atau olahraga atau pendidikan yang berlatar belakang ecotourism.”Selain bermain kano, pengunjung juga bisa diajak untuk menanam pohon mangrove sebagai penahan atau perlindungan dari ombak,”jelasnya.
Laguna Pengklik berada di Srigading, Sanden. Kalangan pemuda setempat yang menghidupkan kembali gairah pariwisata yang sempat tenggelam tersebut. Mereka tergabung dalam Desa Wisata Alam Budaya Edukasi Tegalrejo-Tegalsari (Dewi Lambudi Rejo Sari).Lokasinya yang tidak jauh dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) akan menjadi keunggulan tersendiri karena infrastruktur tersebut akan menghubungkan Bantul dengan Gunungkidul dan Kulon Progo.
Ketua Dewi Lambudi Rejo Sari Rizal Archa Madhani menganggap, Laguna Pengklik sangat menjanjikan kedepannya dan dapat bersaing dengan Laguna Pantai Depok. Dalam pengembangannya pun ada perbedaan wahana yang ditonjolkan untuk wisatawan.”Kami mengembangkan dengan wisata kano yang memiliki tarif lebih terjangkau dan cukup menantang," tuturnya.
Dukungan juga datang dari pemerintah sehingga dapat membeli 10 unit kano pada awal 2024 lalu. Selain itu, sarana dan prasarana penunjang lainnya juga direnovasi.Toilet, bangunan untuk kuliner hingga lahan parkir menjadi perhatian utama untuk dapat diperbaiki. Diharapkan pengunjung dapat nyaman berada di Laguna Pengklik sehingga betah berlama-lama.
Para pemandu wisata kano diberikan pelatihan keselamatan yang melibatkan anggota SAR dan Pos TNI AL Samas. Pelatihan itu menyangkut, keselamatan mendayung dan peralatan yang menunjangnya seperti pelampung dan helm yang wajib dipakai.
Biaya satu orang untuk satu kano selama 30 menit Rp 20 ribu, satu kano dua orang selama 30 menit Rp 30 ribu. Sedangkan satu orang satu kano untuk durasi satu jam Rp 30 ribu dan satu kano dua orang selama satu jam Rp 50 ribu. (rul/din)
Editor : Satria Pradika