Namun, ada satu hal lagi yang menjadi daya tarik utama bagi para pendaki gunung, yaitu bunga Edelweis.
Bunga Edelweis, si "bunga abadi" yang tumbuh di ketinggian 2.000 hingga 4.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), tidak dapat ditemukan di sembarang gunung.
Bunga ini memiliki nama latin Anaphalis sp. dan berasal dari bahasa Jerman yang berarti "keindahan abadi" atau "putih mulia".
Edelweis adalah salah satu tanaman yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistem.
Oleh karena itu kita dilarang keras memetik bunga Edelweis secara liar dan jika kita memetik sembarangan akan dikenakan sanksi.
Bunga ini biasanya mekar sekitar bulan April-Agustus.
Bagi para pendaki, momen melihat hamparan bunga Edelweis yang sedang bermekaran di puncak gunung adalah sebuah pengalaman yang tak terlupakan.
Berikut beberapa gunung yang terkenal dengan keindahan bunga Edelweisnya, menurut Radar Semarang, di antaranya:
1. Gunung Merbabu
Hampiran setiap jalur pendakian Merbabu memiliki taman Edelweis, terutama di jalur Via Selo yang memiliki taman Edelweis yang luas dipadukan dengan sabana dan bukit Teletubbies.
2. Gunung Sindoro
Di gunung ini, bunga Edelweis dapat dijumpai di sepanjang jalur pendakian via Kledung setelah mendekati puncak.
Pemandangan sunrise dengan bunga Edelweis di jalur sisi timur gunung ini menjadi perpaduan yang sempurna.
3. Gunung Sumbing
Para pendaki dapat menemukan taman bunga Edelweis di gunung Sumbing dari semua jalur, baik melalui Kaliangkrik, Temanggung, maupun Wonosobo.
4. Gunung Lawu
Hampir semua jalur pendakian Lawu, yaitu Via Cetho, Cemoro Kandang, dan Cemoro Sewu, menawarkan pemandangan bunga Edelweis.
Di jalur Cemoro Kandang, bunga Edelweis dapat dijumpai saat perjalanan dari pos 4 menuju pos 5 hingga puncak.
Keindahan bunga Edelweis di puncak-puncak gunung Jawa Tengah menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendaki.
Namun, perlu diingat bahwa kelestarian bunga ini harus dijaga dengan tidak memetiknya secara liar.
Editor : Bahana.