Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Wisata Agro Puncanganom di Srumbung, Magelang Semakin Populer di Kalangan Wisatawan Lokal : Catat Waktu Panennya agar Tak Kecewa!

Alia Nur Azizah • Selasa, 4 Juni 2024 | 18:48 WIB
Suasana asri dan kelezatan buah-buahan yang menarik di kebun Swarga Buah Tropical, tempat yang cocok untuk berfoto dan menikmati alam.
Suasana asri dan kelezatan buah-buahan yang menarik di kebun Swarga Buah Tropical, tempat yang cocok untuk berfoto dan menikmati alam.

RADAR JOGJA — Wisata agro di Puncanganom, Srumbung, Kabupaten Magelang, kini semakin digandrungi oleh wisatawan lokal. Di kebun seluas satu hektar ini, pengunjung dapat menikmati pengalaman petik buah langsung dari pohonnya, menikmati buah di tempat, atau membawanya pulang sebagai oleh-oleh.

Kebun yang dikenal dengan nama Saung Paribon (Swarga Buah Tropical) ini menawarkan berbagai jenis buah tropis, termasuk anggur, jambu air, dan kelengkeng. Keistimewaan dari kebun ini adalah variasi jenis anggurnya yang beragam, seperti Gos V, New Baikonur, Moondrop, Everest, Jubile, Transfigurasi, Oscar, Ninel, Veles, Jupiter, Akademik Avidzba, Heliodor, dan lainnya.

Pemilik kebun Winarno menjelaskan, bahwa saat ini mereka sedang dalam masa panen anggur dan jambu. Namun, tingginya minat pengunjung yang memetik buah setiap hari membuat stok buah matang mulai menipis.

Winarno memperkirakan bahwa bulan Juni akan ada panen buah yang lebih banyak, dengan puncak panen jambu air pada bulan Juli-Agustus, saat buah mulai berbunga. Sementara itu, panen kelengkeng diprediksi terjadi pada bulan September.

Meskipun banyak anggur yang terlihat di kebun, Winarno belum mengizinkan untuk dipetik karena masih mentah. Pengunjung hanya diperbolehkan berfoto di area tersebut.

Untuk menjaga kualitas tanaman buah, pengunjung yang ingin memetik buah harus didampingi dan dilarang memetik buah yang belum matang agar tidak kecewa dengan rasa yang sepet.

Selain pengalaman petik buah, pengunjung juga dapat mempelajari budidaya tanaman buah melalui paket edukasi yang tersedia. Paket ini diminati oleh berbagai kelompok, seperti kelompok tani, PKK, dan anak-anak sekolah.

Bagi yang tertarik menanam bibit di rumah, Winarno menyediakan bibit anggur setinggi 1 meter dengan harga Rp 75 ribu-Rp 80 ribu per pohon.

Winarno merasa bersyukur karena kebun buah yang dibangunnya sejak 2018 telah menginspirasi banyak pengunjung untuk mulai bercocok tanam, bahkan di lahan terbatas seperti pekarangan rumah atau menggunakan pot.

Hingga saat ini, pengunjung kebun datang dari berbagai daerah seperti Magelang, Jogjakarta, Semarang, dan sekitarnya.

Salah seorang pengunjung Dhea Amanda, mengaku senang berkunjung ke kebun buah milik Winarno. Meskipun belum berhasil memetik buah, ia berencana untuk kembali saat musim panen tiba.

Dengan semakin populernya wisata agro ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya budidaya tanaman buah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Magelang #kebun buah #Swarga Buah Tropical #wisatawan lokal #wisata agro #Wisatawan